Info Tanaman Perkebunan

Info Tanaman Perkebunan Lainnya »

Info Tanaman Hias

Info Tanaman Hias Lainnya »

Info Tanaman Sayuran

Info Tanaman Sayuran Lainnya »

Budidaya Kedelai Jepang Edamame

Written By Muhammad Yusuf on Wednesday, June 20, 2012 | 6:22 AM


Edamame merupakan kedelai asal Jepang, secara umum bentuknya lebih besar dibandingkan kedelai biasa.  Berat  Edamame bisa mencapai 30 gram per seratus bijinya.  Edamame bisa dikonsumsi muda sebagai sayur saat polong masih berwarna hijau.  Edamame bisa juga dikonsumsi sebagai penganan kecil dalam bentuk edamame rebus.  Saat ini edamame juga banyak diolah menjadi susu bubuk, jus, pastry edamame, keripik edamame dan lainya.

Edamame mempunyai kandungan protein yang lengkap dengan kualitas yang setara dengan kandungan protein pada susu, telur maupun daging.  Selain itu edamame juga mengandung zat anti kolesterol sehingga sangat baik untuk dikonsumsi.

Varietas yang banyak dibudidayakan antara lain Ryoko, Taiso, Surumidori dan Surunoko.  Ryoko merupakan varietas yang paling banyak dibudidayakan karena polongnya lebih besar, rasanya lebih manis dan bulu halus pada polongnya lebih sedikit.

Edamame meliliki peluang yang bagus, prospek pasarnya masih terbuka lebar.  Harga Edamame juga relatif baik , harganya berkisar antara Rp. 7.500 – Rp. 9.500 per kilogram untuk Edamame segar.  embudidaya edamame ini masih relatif sedikit, sedangkan kebutuhan pasarnya besar.  Selain untuk konsumsi di dalam negeri, Edamame juga diekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar Jepang.  Kebutuhan di dalam negeri kurang lebih 700 ton per tahun, sedangkan untuk ekspor ke Jepang diperkirakan mencapai 40 kontainer per bulan sedangkan kemampuan pasokan kita baru mencapai 4 kontainer per bulan.

Budidaya edamame sebenarnya relatif tidak sulit, secara umum hampir sama dengan kedelai.  Secara singkat budidaya edamame adalah sebagai berikut :

Syarat Tumbuh. Edamame menghendaki ketinggian lahan minimal 200 m diatas permukaan laut (dpl), suhu berkisar 26 – 30 ° C, dengan penyinaran matahari penuh.  Edamame menghendaki tanah yang subur dengan pengairan yang baik dan kemasaman tanah netral.

Persiapan Lahan.  Tanah dibajak 3 minggu sebelum tanam, 2 minggu kemudian dibuat bedengan lebar 1,2 meter, panjang 10 meter dan tinggi bedengan 20 – 25 cm.  jarak antar bedengan 0, 5 meter.  Pemupukan dasar diberikan 3 hari sebelum tanam dengan cara ditabur merata di atas bedengan.  Pupuk dasar terdiri dari SP 36 sebanyak 200 kg / hektar dan penambahan kapur pertanian 600 kg /hektar.

Benih.  Benih Edamame yang diperlukan berkisar antara 80 – 100 kg per hektar.  Varietas Edamame yang ditanam disesuaikan dengan pasar, antara lain yang paling banyak ditanam petani adalah varietas Ryoko. Varietas ini polongnya lebih besar dan rasanya lebih manis.

Penanaman.  Benih Edamame ditanam pada bedengan dengan jarak tanam 12 X 20 cm atau 20 X 20 cm dan kedalaman tanam 1,5 – 2 cm kemudian ditutup dengan tanah gembur. Benih yang ditanam antara 2 -3 benih per lubang tanam.

Penyulaman.  Penyulaman dilakukan 7 hari setelah tanam (HST) apabila ada tanaman yang mati atau tidak normal tumbuhnya, dengan mengambil tanaman yang ada di tepi atau tanaman persiapan yang khusus untuk sulaman.

Penyiangan.  Rereumputan atau gulma lainya perlu dibersihkan agar tidak bersaing dengan Edamame, penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur 9 HST.  Penyiangan selanjutnya dilakukan sesuai kondisi pertanaman.

Pengairan.  Pengairan dilakukan dengan penggenangan sampai air dalam kapasitas lapang, pengairan dilakukan 7 hari sekali serta memperhatikan kondisi pertanamanya.

Pemupukan.  Pemupukan susulan dilakukan pada saat tanaman berumur 10 HST, terdiri dari KCL 50 kg/Ha, Urea 150 kg/Ha dan Za 50 kg/Ha.  Pemupukan susulan yang kedua pada saat tanaman berumur 21 HST terdiri dari KCl 100 kg/Ha, Urea 50 kg/Ha dan ZA 100 kg/Ha.

Pengendalian OPT.  Edamame tidak luput terkena serangan organisme penganggu tanaman (OPT) baik hama maupun penyakit.  Pengendalian dilakukan secara terpadu sesuai dengan jenis hama maupun penyakitnya.  Penggunaan pestisida dilakukan secara selektif dan terkendali. Jenis OPT  yang menyerang edamame biasanya sama juga dengan OPT yang menyerang kedelai, sehingga pengendalianya tidak berbeda jauh dengan pengendalian pada kedelai.

Lalat pucuk, ulat grayak, pengerek batak, dan jamur bisa disemprot dengan Reagent 50 C dengan dosis 1 gr / liter air dan Ingrofol 50 WP dengan dosis 1,5 l/Ha.

Pengendalian OPT ini sangat penting karena bisa berpengaruh terhadap kualitas Edamame. Edamame yang diminta oleh pasar lokal maupun ekspor adalah Edamame yang bernas, warna hijau segar dan harus bebas dari bekas serangan hama atau penyakit.  Sehingga sangat penting untuk memperhatikan hal ini, baik hama pengerek batang maupun pengerek polong.

Panen dan Pasca Panen.  Panen polong muda saat polong berwarna masih hijau bisa mencapai 7,5 ton per hektar.  Edamame bisa dipanen dalam keadaan segar saat polong masih berwarna hijau pada saat berumur minimal 45 HST sesuai varietasnya, jika terlalu tua kurang disukai konsumen.  Panen tidak dilakukan secara serentak tetapi diseleksi dengan interval panen 2 hari sekali.  Polong yang dipetik adalah yang bernas namun warnanya masih belum kuning.  Jika akan dipergunakan untuk benih panen harus dilakukan pada saat polong sudah masak penuh kurang lebih pada saat edamame berumur 90 – 100 HST.

Edamame yang di panen muda sebaiknya segera di bawa ke tempat yang teduh dan hindari dari panas matahari agar Edamame tetap segar, tidak layu atau warnanya rusak.  Jika polongnya kotor bisa dicuci dengan air yang mengalir dan ditiriskan.  Selanjutnya dipacking sebelum dipasarkan.

Edamame yang diminta pasar adalah Edamame dengan kualitas yang baik.  Polong berisi 2-3 biji per polong dengan jumlah polong antara 150 – 175 polong per setengah kilogram dan bobot per polong antara 2,5 – 3,5 gram.  Selain itu polong Edamame harus berwarna hijau segar dan harus bebas dari bekas serangan hama maupun penyakit.

Biasanya Edamame yang segar ini dikelompokkan menjadi 4 klas mutu atau grade, antara lain :
  • Grade 1 : Kualitas super (Super quality), dengan ciri-ciri kulit polong mulus, warna hijau tua, polong berisi penuh dengan isi polong 3.
  • Grade 2 : Kualitas Premium, dengan ciri-ciri warna hijau mulus namun polong hanya berisi 2 biji.
  • Grade 3 : Kualitas Deluxe, dengan kualitas masih dibawah Grade 2, warna kurang bagus, polong kurang bernas.
  • Grade 4 : Kualitas grade ini disebut dengan Mukimame, biasanya digunakan untuk olahan lebih lanjut, bukan dikonsumsi segar.


Pemasaran Edamame ini bisa dilakukan dengan kerjasama dengan para pemasok maupun eksportir edamame.  Pasar lokal sasaranya ke perhotelan, restoran maupun supermarket.  Asal kualitas yang diminta dapat dipenuhi dengan baik, pasar dengan sendirinya akan terbuka lebar.

Mengenal berbagai macam zat pengatur tumbuh (ZPT)


Hormon tumbuhan, atau pernah dikenal juga dengan nama fitohormon, adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara , baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, yang dalam kadar sangat kecil dapat mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan dan atau pergerakan tumbuhan.

Hormon tumbuhan / fitohormon ini selanjutnya dikenal dengan nama zat pengatur tumbuh (plant growt regulator) untuk membedakanya dengan hormon pada hewan.  Zat Pengatur Tumbuh (ZPT ) mempunyai peranan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan  suatu tanaman.

Pada saat ini dikenal lima kelompok utama ZPT yaitu auksin (auxins), sitokinin (cytokinins), giberelin (gibberellins, GAs), etilena (etena, ETH), dan asam absisat (abscisic acid, ABA).  Auksin, Sitokinin, dan Giberelin bersifat positif bagi pertumbuhan tanaman pada konsentrasi fisiologis,etilena dapat mendukung maupun menghambat pertumbuhan, dan asam absisat merupakan penghambat (inhibitor) pertumbuhan.

ZPT sintetik ada yang memiliki fungsi sama dengan ZPT alami, meskipun secara struktural berbeda. Dalam praktik, seringkali ZPT sintetik yang dibuat manusia lebih efektif atau lebih murah bila diaplikasikan untuk kepentingan usaha tani daripada ekstraksi ZPT alami.  Yang jelas ZPT sintetik lebih praktis dalam aplikasinya dan kandungan ZPT  -nya sudah diketahui dengan pasti, berbeda dengan ZPT alami yang  belum terukur kandunganya

Auksin
Auksin merupakan ZPT yang berperanan dalam perpanjangan sel pucuk/tunas tanaman. Selain memacu pemanjangan sel yang menyebabkan pemanjangan batang dan akar, peranan auksin lainnya adalah kombinasi auksin dan giberelin memacu perkembangan jaringan pembuluh dan mendorong pembelahan sel pada kambium pembuluh sehingga mendukung pertumbuhan diameter batang.

Auksin mempengaruhi pertambahan panjang batang, pertumbuhan, diferensiasi dan percabangan akar, perkembangan buah,  dominansi apikal, fototropisme dan geotropisme.

Selain itu auksin (IAA) sering dipakai pada budidaya tanaman antara lain untuk menghasilkan buah tomat, mentimun dan terong tanpa biji; dipakai pada pengendalian pertumbuhan gulma berdaun lebar dari tumbuhan dikotil di perkebunan jagung  dan memacu perkembangan meristem akar adventif dari stek mawar dan bunga potong lainnya.

Sitokinin
Sitokinin berperanan dalam pembelahan sel (sitokinesis).  Golongan sitokinin, sesuai namanya, merangsang atau terlibat dalam pembelahan sel.   Senyawa dari golongan ini yang pertama ditemukan adalah kinetin.

Sitokinin alami  misalnya kinetin dan zeatin,  Sitokinin alami dihasilkan pada jaringan yang tumbuh aktif terutama pada akar, embrio dan buah. Sitokinin yang diproduksi di akar selanjutnya diangkut oleh xilem menuju sel-sel target pada batang. Kinetin banyak ditemui pada bulir jagung yang muda, sedangkan zeatin banyak ditemui pada air kelapa.

Sitokinin berperanan dalam mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar, mendorong pembelahan sel dan pertumbuhan secara umum, mendorong perkecambahan dan menunda penuaan.

Giberelin
Giberelin merupakan ZPT yang berperan dalam mendorong perkembangan biji, perkembangan kuncup, pemanjangan batang dan pertumbuhan daun, mendorong pembungaan dan perkembangan buah, mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar.

Giberelin dikenal juga dengan nama asam giberelat, mempunyai  peranan dalam pembelahan sel dan atau perpanjangan sel tanaman.  Senyawa pertama yang ditemukan memiliki efek fisiologi adalah GA3 (asam giberelat 3). GA3 merupakan substansi yang diketahui menyebabkan pertumbuhan membesar pada padi yang terserangfungi Gibberella fujikuroi.

Giberelin juga berperan dalam memacu pembungaan pada beberapa tanaman, mematahkan dormansi biji serta memcu perkecambahan biji.

Etena
Etena atau dikenal juga dengan nama etilena merupakan zat pengatur tumbuh  yang berwujud gas pada suhu dan tekanan ruang.  Etena berperan dalam mempercepat pemasakan buah. Contohnya dengan pemeraman merupakan usaha untuk menaikan konsentrasi etilena di sekitar jaringan buah sehingga buah cepat masak.  Contoh lainya adalah pengarbitan pada pemeramana akan usaha pembentukan asetilena (gas karbid) yang di udara akan tereduksi oleh gas hidrogen menjadi etilena.

Contoh Etilena yang sudah dibuat orang antara lain Ethepon (asam 2-kloroetil-fosfonat)  yang diperdagangkan dengan nama Ethrel dan beta-hidroksil-etilhidrazina (BOH). Etilena juga dapat menyeragamkan pembungaan pada tanaman semusim, misalnya pada tanaman nanas.

Inhibitor
Inhibitor merupakan zat pengtur tumbuh yang berperan dalam penghambatan proses biokimia dan proses fisiologis bagi aktivitas keempat Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) diatas.  Secara alami Inhibitor adalah asam absisat (ABA), yang selanjutnya diproses menjadi metabolit ABA . Inhibitor sintetik yang dibuat untuk menghambat metabolisme atau menunda metabolisme tanaman antara lain MH (2-kloroetil) amonium klorida,  Contohnya Cyocel dan Chlormequat),SADH, ancymidol, asam triiodobenzoat (TIBA) dan morphacyn.

Pengenalan terhadap berbagai ZPT sangat penting agar kita lebih familiar sehingga jika mengaplikasikanya pada suatu saat nanti tidak mengalami kesulitan.  Yang perlu anda ketahui secara singkat tentang ZPT adalah jenisnya, manfaatnya dan bagaimana mengaplikasikanya.

Bagi anda yang tertarik dengan aplikasi ZPT ini dan mencari ZPT dengan mudah.  Kami juga menyediakan berbagai jenis hormon tanaman atau ZPT dengan harga cukup murah.  Mulai dari Auksin, Giberelin, Sitokinin dan kolkisin bahkan Pestisida organik juga kami sedikan.  Bebagai jenis ZPT tersebut kami tawarkan dengan harga bervariasi antara Rp. 50.000 sampai Rp. 60. 000, ZPT ini sangat praktis dalam aplikasinya dan kadarnya sudah terukur dengan baik.  Anda tinggal pesan dan aplikasikan pada bebagai jenis tanaman anda.

Aplikasi bakteri Corine sp pada tanaman padi


Penyemprotan larutan bakteri corine sp sangat berbeda dengan penyemprotan pestisida lain yang dapat dilakukan kapan saja. Agar penyemprotan efektif, maka perhatikan syarat-syarat sebagai berikut :
  • Penyemprotan sangat efektif jika dilakukan selepas jam 15 ( jam 3 sore hari) hingga sore hari. Jika terpaksa harus melakukan dipagi hari, penyemprotan Corine sp harus dihentikan jika waktu telah menunjukan jam 09.00. Lakukan esok harinya jika pekerjaan tidak selesai.
  • Sebelum digunakan, tangki harus dibilas air hingga benar-benar terbebas dari sisa pestisida sintetis (pestisida kimia).
  • Jangan sekali-kali Corine sp dicampur dengan pestisida lain, termasuk juga jangan dicampur pupuk organik cair.
  • Jika sawah telah disemprot pestisida lain sebelumnya, maka penyemprotan Corine sp  baru bisa dilakukan 5 – 7 hari kemudian. Apabila sawah telah disemprot Corine sp, maka jika akan melakukan penyemprotan pestisida lain harus menunggu 5 – 7 hari setelahnya.
  • Syarat ini jika salah satunya saja dilanggar, siapapun yang mengerti Corine tidak akan mau menjamin penyemprotan yang dilakukan akan berhasil.

Untuk mengambil manfaat Corine seoptimal mungkin, maka :
  1. Dosis yang digunakan adalah 6-7 ml/liter air. Atau 100 ml larutan bakteri Corine untuk 1 tangki (knapsek) sprayer yang dicampur dengan air bersih 14-17 liter.
  2. Penyemprotan dilakukan 3 kali, yaitu : pada 14 hst, 28 hst, dan 42 hst.
  3. Pengalaman penulis dan petani selama ini, jika pembuatannya benar, penyemprotannya benar, dan semuanya benar. Bakteri Corine efektif baik sebelum padi diserang (pencegahan) maupun setelah padi diserang (pengobatan). Padi yang sudah gundul pun banyak yang selamat jika benar penyakitnya disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae atauXanthomonas Kresek. DIJAMIN. Catatan-catatan yang dapat dijadikan sekedar indikator bahwa penyemprotan berhasil  diantaranya sebagai berikut :

  1. Lima hari pasca penyemprotan tanda-tanda serangan seolah terhenti, ditandai dengan daun tanaman padi tidak semakin kuning atau kadang kemerahan.
  2. 7 – 9 hari pasca penyemprotan (2-4 hari kemudian) mulai terlihat tanda-tanda hijau dari lembar daun yang mulai bersemi ditambah munculnya daun baru yang hijau sehat.
  3. 10-14 hari pasca penyemprotan (3-7 hari kemudian) padi hampir hijau merata kembali.
  4. Lakukan dobel dosis (dosis 2 kali lipat) jika terjadi serangan berat, atau ulangi lagi esok harinya agar penyemprotan lebih merata.

Kepada rekan penyuluh, kontak tani, anggota kelompok tani, atau siapa pun yang memerlukan biakan bakteri Corine, sp. Silahkan menghubungi :
Bp. Irwan dari BBPOPT, Jatisari, Karawang Jawa Barat.
Laboratorium POPT di wilayahnya masing-masing
Penulis, HP. 081 322 788 488 (Jika diperlukan).
(Penulis : Pipin Apriatna, penyuluh pertanian dari Jawa Barat).

MENGOLAH SAMPAH ORGANIK MENJADI BIOETANOL


Kini sampah organik seperti limbah sayuran dan buah-buahan bisa diolah menjadi bahan bakar bioetanol. Antonious Lulut Iswanto, pengusaha asal Sawangan Depok  bisa mengolah sampah-sampah organik yang tak terpakai dari Pasar Induk Kramat Jati menjadi Bioetanol. Harga bioetanol berkadar 50% sekitar Rp. 5000 per liter. “Melalui usaha ini saya mendapatkan omzet kira-kira 12 juta per bulan,” kata Antonious saat dihubungi Sinar Tani.

Antonious mengatakan awal mula ide mengolah sampah menjadi bioetanol karena melihat banyaknya tumpukan sampah yang sama sekali tidak dimanfaatkan kembali di Pasar Induk Kramat Jati tersebut. “Dari setiap truk yang mengangkut buah, sebanyak 30% dari isi truk tersebut pasti menjadi sampah. Melihat hal yang mubazir seperti itu, saya dan rekan-rekan saya mencari cara bagaimana mengolah kembali sampah buah ini. Akhirnya kita putuskan untuk mengolahnya menjadi bioetanol karena masih terbilang langka”, jelas Antonious.

Dari uji coba yang dilakukan, dapat dihasilkan bioetanol dengan kandungan sekitar 85%.”Kami lakukan berkali-kali dengan mesin khusus untuk memproses selulosa menjadi glukosa. Kemudian melalui proses pembakaran dihasilkan bioetanol”, ujarnya.

Antonious mengolah bioetanol tersebut dalam ruangan yang mampu menampung 100 drum plastik yang tertutup rapat. Didalam drum yang masing-masing berkapasitas 100 liter tersebut berisi cairan fermentasi yang berasal dari sampah. “Saya mengangkut sebanyak 12 drum sampah setiap hari dari pasar induk Kramatjati ke lokasi produksi. Terdiri dari sampah semangka, pepaya, dan jeruk,” kata pria yang juga berprofesi sebagai guru aerobic di Senayan Sport Center ini.

Kemudian sampah-sampah tersebut digiling termasuk kulit buahnya secara terpisah. Setiap sampah buah tidak dicampur dengan sampah yang lain. Misalnya sampah semangka digiling hanya bersama semangka, dan jeruk dengan jeruk. Kemudian cairan hasil penggilingan itu ditempatkan pada drum.  Cairan itu akan difermentasi dalam waktu satu minggu. “Setiap drum hanya berisi satu jenis cairan buah,” kata Antonius.

Kemudian tambahkan 9 keping ragi, 2 sendok makan urea, dan 1 sendok makan NPK dalam 100 liter cairan fermentasi. “Khusus untuk cairan fermentasi jeruk saya menambahkan air bersih dengan rasio 1:1,” kata Alumni STIE Perbanas ini.

Cairan fermentasi kemudian disuling menjadi bioetanol. Sulingan pertama menghasilkan bioetanol berkadar 40-50%. Bioetanol ini bisa dipakai untuk bahan bakar kompor. Bila hasil sulingan pertama itu disuling sekali lagi maka akan menghasilkan bioetanol berkadar 90%. “Saya menghasilkan 80-100 liter bioetanol berkadar 50% setiap hari kecuali hari minggu sehingga total produksi bisa mencapai sekitar 2400 liter per bulan,” kata Antonius.

Mikro Organisme yang Bermanfaat bagi Dunia Pertanian


Dari tahun ketahun HET pupuk bersubsidi kian naik dan memberatkan petani,lantas bagaimana solusi untuk menekan biaya produksi khususnya penggunaan pupuk kimia. Dari beberapa kali uji coba yang saya lakukan ternyata penggunaan mikro organisme dapat menekan penggunaan pupuk kimia dari 25%  hingga  80%.

Diantara beberapa jenis mikro biologi / mikroorganisme yang bermanfaat bagi dunia pertanian tersebut antara lain :

Acetobacter sp, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman.

Actinomycetes sp,Aeromonas puncata,Alcaligenes sp,Aspergillus niger, pelarut phospat Azospirillum lipoverum,penambat N, pelarut P,penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman

Azotobacter beijerinckii, penambat N, pelarut P, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman Bacillus cereus, pelarut phospat

Bacillus megatherium, pelarut phosphat dari ikatan phospor dengan mineral liat Bacillus mojavensis, bersama Streptomyces meningkatkan kemampuan tanah memegang air dan hara. Bacillus penetrans, biasa nempel di kutikula larva, betina, dewasa, telur Meloidogyne incognita (penyebab puru akar pada tanaman tomat, kubis, buncis, dan kentang). Bacillus polymyxa,pelarut phospat.Bacillus subtilis, pelarut phospat Bacillus thuringiensis, menginfeksi hama melalui kulit tubuhnya

Beauveria bassiana, mengatasi hama walang sangit,wereng coklat, kutu

Bradyrizobium sp, Flavobacterium sp, pelarut phospat Gliocadium sp, mengatasi penyakit tular tanah (Phytium sp)

Glomus agregatum, menaikkan produksi bawang merah

Lactobacillus sp, penghasil enzim selulosa yang membantu penguraian bahan organik. Metharizium anisopliae, jamur menginfeksi hama melalui kulit tubuhnya

Methylobacterium sp, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman.

Nitrosococcus sp,mengubah amonia menjadi N yg dpt diserap tanaman (NH4+ & NO3?) Nitrosomonas sp, mengubah amonia menjadi N yg dpt diserap tanaman (NH4+ & NO3?)

Penicillium sp, pelarut phospat dari ikatan phospor dengan mineral liat

Pseudomonas fluorescens, mengatasi penyakit tular tanah (Phytium sp). 

Pseudomonas striata, pelarut phospat, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman

Rizobium sp, menambat N setelah menginfeksi akar tanaman (simbiotik), menaikkan produksi kedelai

Saccaromyces sp, perombak selulosa Serratia sp, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman

Streptomyces sp, bersama Bacillus mojavensis meningkatkan kemampuan tanah memegang air dan  hara.   Thiobacillus sp, Tricoderma harzianum, mencegah cendawan patogen seperti Plasmodiophora brassicae (akar gada) dan Fusarium sp menyebar di sekitar tanaman

Vertisillium sp, pelindung tanaman dari hama kutu putih.

Demikian sekilas beberapa jenis mikro organisme yang bermanfaat bagi dunia pertanian.  Manfaat beberapa jenis mikro organisme itu antara lain berperan sebagai penyuplai unsur hara bagi tanaman serta kemampuanya dalam mengendalikan beberapa jenis pengganggu tanaman.

Sumber : http://www.penyuluhpertanian.com

Buah Pare sebagai Obat Kencing Manis

Written By Muhammad Yusuf on Thursday, May 17, 2012 | 1:47 AM


Buah pare atau paria (momordica charantia) dalam pengobatan Ayurweda (India) dan pengobatan tradisional China telah lama digunakan untuk pengobatan diabetes. Demikian pula dalam pengobatan tradisional Brasil dan Meksiko. Dalam praktik tradisional tersebut, daun atau buah pare biasanya ditumbuk lalu diperas untuk  diambil jusnya. Jus tersebut kemudian diminum secara langsung atau dicampur ramuan lain untuk obat diabetes. Alternatif lain, daun pare mungkin diseduh sebagai teh untuk mereka yang tidak menyukai rasa pahit yang terlalu kuat atau memiliki masalah pencernaan.

Penggunaan pare yang luas sebagai obat anti-diabetes di berbagai suku bangsa tersebut tentunya tidak tanpa alasan. Berbagai studi klinis, pra-klinis dan klinis terbatas dalam empat dekade terakhir cenderung untuk mengkonfirmasi khasiatnya. Penelitian di Universitas Giessen(Jerman), misalnya, secara khusus memperlihatkan manfaat medis buah pare dalam percobaan pada tikus pembawa gen diabetes.

“Bahkan hanya dalam lima minggu [pengobatan] hasilnya tampak signifikan,” kata Profesor Krawinkel, salah satu peneliti. “Tikus-tikus yang kami beri makan buah pare memiliki tingkat gula darah lebih rendah daripada kelompok kontrol.”

Penelitian lain juga mendapatkan kesimpulan yang sama. “Jus buah atau bubuk biji [buah pare] menyebabkan penurunan glukosa darah puasa dan meningkatkan toleransi glukosa,” tulis  peneliti A. Raman dan  C. Lau dari Pharmacognosy Research Laboratories, Department of Pharmacy, King’s College, Inggris.

Buah pahit yang populer
Pare adalah tumbuhan dari keluarga yang sama dengan ketimun, labu dan semangka (cucurbitaceae) . Tanaman pare tumbuh merambat dengan sulur-sulur spiral di ujung tangkainya. Buahnya berbentuk seperti mentimun namun berkulit keriput dan lebih lancip di ujungnya. Selubung bijinya berwarna putih saat masih mentah dan menjadi merah ketika matang.

Pare adalah salah satu sayuran terpahit yang dapat dimakan. Ada banyak varietas pare, yang berbeda dalam bentuk, warna dan kepahitan. Tanaman pare  sangat mudah dibudidayakan sehingga banyak dijumpai di wilayah-wilayah pertanian tropis dan sub-tropis di benua Asia, Afrika, dan Amerika. Kepopuleran pare di seluruh dunia dapat dibuktikan dari sedemikian banyaknya nama lokal untuk sayuran tersebut, seperti bitter gourd (Inggris), kugua (China), nigauri (Jepang), paakharkaai (Tamil), korola (Bengali), ampalaya (Tagalog),carilla (Guyana) dan karela (Hindi).

Bahan aktif
Efek antidiabetes dari pare berasal dari tindakan kompleks beberapa senyawa dalam buahnya. Para peneliti telah mengidentifikasi senyawa penting tersebut seperti charantin, vicine, peptida dan polipeptida-p. Senyawa-senyawa tersebut menstimulasi sel beta pada kelenjar pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak, selain meningkatkan cadangan glikogen di hati. Komponen bioaktif lainnya seperti momordicine danmomordicosides, dan asam lemak yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi dalam bijinya membantu membalikkan resistensi insulin. Serat dan saponin dalam pare memperlambat pencernaan karbohidrat dan mencegah lonjakan gula darah setelah makan.

Varietas, metode pembudayaan, pengolahan, dll dapat berpengaruh terhadap kandungan dan efektivitas bahan aktif dalam pare. Penelitian lanjutan tengah dilakukan melalui Bitter Gourd Project yang disponsoriThe World Vegetable Center sejak Maret 2011 lalu. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan tingkat senyawa anti-diabetes dalam sayuran tersebut. Langkah pertama adalah memilih varietas dan galur pare yang paling menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut. Di Thailand, India, dan Tanzania, para pelaksana lapangan melakukan uji coba untuk meninjau pengaruh cara pembudidayaan dan praktik pascapanen terhadap retensi senyawa-senyawa aktif pada buah pare.

Kegunaan Tanaman Imperata Cylindrica


Imperata cylindrica, yang dikenal sebagai Cogon grass atau Red Baron adalah spesies rumput dalam genusImperata, keluarga Poaceae. Tanaman yang di Indonesia disebut alang-alang ini memiliki lebar daun sekitar 2 cm di dekat pangkal tanaman dan menyempit sampai menjadi titik yang tajam di bagian atasnya, dengan tepian yang halus bergigi dan berkristal silika tajam. Akarnya bisa mencapai hingga 1,2 meter, tetapi 0,4 m adalah panjang khas di tanah berpasir. Tumbuhan ini banyak terdapat di Asia tenggara dan timur, India, Mikronesia, Australia dan Afrika timur dan selatan.

Daun Imperata cyclindrica digunakan sebagai atap rumah tradisional di Papua New Guinea. Selain itu, tumbuhan ini ditanam secara luas untuk penutup dan stabilisasi tanah di daerah dekat pantai dan daerah lainnya yang rentan erosi.  Dalam taman tradisional Cina, Imperata cylindrica dipilih sebagai tanaman hias, terutama Red Baron yang berdaun merah (juga dikenal sebagai rumput darah Jepang). Kegunaan lain dariImperata cylindrica termasuk sebagai bahan kertas dan dianyam menjadi tikar dan tas. Namun, kegunaan yang paling umum adalah sifat obatnya untuk penurun panas, diuretik, tonik dan penahan darah.  Bunga dan tunas muda tumbuhan ini dapat dimakan dan akarnya mengandung pati dan gula sehingga mudah untuk dikunyah.

Imperata cylindrica memiliki sifat antipiretik, yang menurunkan suhu tubuh  ketika Anda demam, namun tidak mempengaruhi suhu tubuh ketika Anda tidak demam. Sifat antipiretik menyebabkan hipotalamus untuk mengesampingkan peningkatan suhu yang diinduksi interleukin. Tubuh kemudian akan bekerja untuk menurunkan suhu dan hasilnya adalah pengurangan demam.  Efek ini seperti yang dihasilkan oleh obat-obatan seperti aspirin dan acetaminophen (parasetamol), yang digunakan terutama sebagai penghilang rasa sakit. Ada beberapa perdebatan tentang kapan saat yang tepat untuk menggunakan antipiretik, karena demam adalah bagian dari respon kekebalan tubuh terhadap infeksi.

Info Pendukung

Info Pendukung Lainnya »

Info Tanaman Obat

Info Tanaman Obat Lainnya »