Home » » Cigeulis, Varietas Unggul Padi Yang Banyak Diminati Petani

Cigeulis, Varietas Unggul Padi Yang Banyak Diminati Petani

Written By Muhammad Yusuf on Wednesday, August 10, 2011 | 4:45 AM


Diskripsi
Varietas padi merupakan salah satu teknologi utama yang mampu meningkatkan produktivitas padi dan pendapatan petani. Dengan tersedianya varietas padi yang dilepas pemerintah , kini petani dapat memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat, berdaya hasil dan bernilai jual tinggi.
Varietas unggul memagang peranan paling menonjol dalam peningkatan hasil dan juga merupakan komponen utama dalam pengendalian hama dan penyakit yang suka menyerang komoditas tanaman pangan ini. Salah satu varietas unggul padi yang banyak diminati petani adalah "Cigeulis".
Varietas unggul padi yang merupakan persilangan Ciliwung/Cikapundung/IR 64 dilepas pemerintah pada tahun 2002 de3ngan Nomor Seleski S 3429-4D-PN -1-1-2. Bentuk tanamannya tegak dengan tinggi 100-110 cm dan berumur 115-125 hari. Warna kaki dan warna batangnya hijau dengan anakan produktif 14-16 batang.
Dilihat dari daunnya, warnanya hijau, posisi dan dan daun bendera tegak serta mempunyai permukaan daun agak kasar. Selain itu, telinga daun dan lidah daunnya tidak berwarna. Varietas ini mempunyai gabah yang panjang ramping dengan warna kuning bersih. Kerontokan gabah dan kerebahan tanaman sedang. Tekstur nasinya pulen dan mempunyai kadar amilosa 23 %. Rata-rata hasil varietas Cegeulis 5,0 t/ha walau pun potensi hasilnya bisa mencapai 8 t/ha. Bobot 1.000 butir 28 gram
Varietas Cigeulis tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 tetapi rentan terhadap biotipe 3, namun tahan terhadap serangan penyakit hawar daun bakteri strain IV. Varietas ini tumbuh baik pada musim hijan maupun pada musim kemarau dan cocok ditanam pada lokasi yang mempunyai ketinggian tempat < 600 meter di atas eprmukaaan laut (dpl).
Diminati Banyak Petani
Di Indonesia, laju permintaan beras (2,9 %) lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikkan produksi (2,6 %). Untuk produksi padi berbagai upaya dilakukan pemerintah, salah satunya menciptakan varietas unggul, yang selain proiduksinya tinggi dan rasa nasi enak, juga menghasilkan rendemen dan mutu beras giling yang tinggi, salah satunya adalah varietas Cigeulis. Dengan sifat seperti ini maka varietas "Cigeulis" merupakan salah satu varietas unggul padi yang banyak diminati petani sehingga pertanamannya dan penyebarannya cukup meluas.
Sifat-sifat varietas Cigeulis sebenarnya telah dimiliki oleh varietas pendahulunya, yaitu varietas "Ciherang" yang sampai saat ini belum terasingi oleh varietas mana pun. Varietas Cigeulis, mempunyai rendemen dan mutu beras giling yagn tinggi dan rasa nasinya enak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian tahun 2007 dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang potensi varietas padi Cigeulis untuk menghasilkan mutu beras giling. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan :
1. Gabah varietas Cigeulis yang dikeringkand engan mesin dan digiling dengan 3 (tiga) macam clearance (1,0 mm; 1,2 mm dan 1,5 mm) menghasilkan mutu beras giling rata-rata lebih tinggi dibanding dengan yang dijemur, yaitu berturut-turut 86,78 % dan 84,66 % dengan angka tertinggi, yaitu clearance 1,0 mm berturut-turut 89,45% dan 86, 66 %,
2. Gabah varietas Cigeulis dapat menghasilkan beras giling yang mutunya lebih tinggi apbila digiling pada kadar air giling relatif rendah. Pada kadar air giling berturut-turut 12,80 % dan 14,0 %, rata-rata kadar beras kepala yagn dihasilkan berturut-turut 86,78 % dan 84, 66 %;
3. Pencapaian mutu beras (% beras kepala) padi varietas Cigeulis, yaitu 86,78 %termasuk kategori mutu beras cukup baik ( > 80 %), namunb elum dapat menyamai pencapaian gabah varietas IR 64, yaitu 89 % dan Ciherang sebesar 90%.
Faktor Yang Mempengaruhi Mutu dan rendemen Giling
Pengeringan gabah yang menggunakan mesin pengering dengan suhu pengering rata-rata 40 0 C dan kecepatan aliran udara pengering rata-rata 6,5 m/menit dapat menghasilkan rendemen dan mutu beras giling yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil penjemuran di lahan pasang surut Sumatera Selatan. Rendemen giling rata-rata meningkat dari 59,5 % menajdi 62,0 %,s edangkan persentase beras kepala meningkat dari 34,83 % menjadi 64,75 %. Proses pengeringan gabah berlangsung pada suhu pengeringan (Tpl) rata-rata 42,23 0 C dan kecepatan aliran udara menembus tumpukan gabah (Vu) rata=-rata 6,9 m/menit.
Perlu diketahui, ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi mutud an rendemen giling, yaitu mutu gabah dan sarana mekanis/mesin-mesin penggilingan padi yang dipakai, terutama jenis mesin dan mekanisme kerja serta komposisi atau konfigurasi mesin.
Panen dan Pasca Panen
Bagi masyarakat atau petani yang menanam varietas Cigeulis, apabila akan memanennya, lakukan panen saat gabah telah menguning, tetapi malai masih segar. Potong apdi dengan sabit gerigi, 30 - 40 cm di atas permukaan tanah.
Sebagai tempat/wadah padi yang dipanen tersebut, gunakan plastika tau terpaql sebagai alas tanaman padi yang baru dipotong dan ditumpuk sebelum dirontok gabahnya. Sebaiknya perontokkan gabahnya menggnunakan power tresher atau pedal trsher. Apabila panen dilakukan pada waktu pagi hari,s ebaiknya pada sore harinya, gabah langsung dirontokkan. Sebab, perontokkan yang dilakukan lebihd ari 2 hari menyebabkan kerusakkan beras.
Gabah yang baru dirontokkan dijemur dia tas lantai jemur dengan ketebalan 5-7 cm. Setiap 2 (dua) jam sekali, gabah dibalik agar cepat kering. Jika pengeringan gabah dilakukan pada musim hujan, gunakan pengering buatan dan pertahankan suhu pengering 50 0 C untuk gabah konsumsi atau 42 0 C untuk mengeringkan benih.
Pengeringan dilakukan sampai akdar air gabah mencapai 12 % - 14 % untukg abah konsumsi dan 10 % - 12 % untuk gabah benih. Gabah yang sudah dikering dapat digiling dan disimpan.. Perlu diketahui, hal penting yang perlu dieprhatikan dalam penggilingan dan penyimpanan gabah adalah :
1. Untuk mendapatkan beras kualitas tinggi perlu diperhatikan waktu panen, sanitasi (kebersihan) dan akdar air gabah (12 % - 14 %)
2. Simpan gabah/beras dalam wadah yang bersih dalam lumbung/gudang, bebas hama dan memiliki sirkulasi (peredaran) udara yang baik.
3. Simpan gabah pada kadar air kurang 14 % untuk konsumsi dan kurang 13 % untukb enih.
4. Gabah yang sudah disimpan dalam penyimpanan, jika akan digiling dikeringkan terlebihd ahulu sampai akdar air 12 % - 14 %.
5. Sebelum digiling, gabah yang diekringkan tersebut diangin-anginkan terlebihd ahulu untuk menghindari butir pecah (Muchdat Widodo)
Sumber : 1. Deskripsi Varietas Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertaniuan, 2009
2. Inovasi Teknologi Padi Mengantisipasi Perubahan Iklim Global Mendukung Ketaha-
nan Pangan, Buku 4. Prosiding Seminar Padi 2008. Balai Besar Penelitian Tanaman 
Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2008
3. Teknologi Budidaya Padi. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi
Pertanian, Badan Penelitian dan pengembangan Pertnaian, 2008
Share this article :

Post a Comment