Home » » BUDIDAYA PADI SECARA ORGANIK

BUDIDAYA PADI SECARA ORGANIK

Written By Muhammad Yusuf on Wednesday, August 10, 2011 | 4:50 AM


Budidaya padi secara organik akan menghasilkan padi yang bebas residu pestisida dan pupuk kimia. Selain ramah lingkungan, biaya pertanaman sangat rendah karena pupuk dan pestisida yang digunakan berasal dari alam di sekitar petani. 
Pemilihan Varietas: Varietas yang cocok hanya varietas alami, seperti rojolele, mentik, pandan dan lestari. Rojolele berumur dalam (150 hari), sedangkan padi pandan, lestari, dan mentik berumur genjah (100 hari).

Pembenihan
Benih harus murni, bernas, kering, sehat, bebas dari penyakit dan kotoran lain, serta memiliki daya kecambah ≥90%. Jarak tanam 25cmx25cm, setiap hektar diperlukan maksimal 30 kg benih. Jumlah benih ideal yang disebarkan sekitar 50-60 g/m2. 
Penyiapan Tempat Pembenihan : perbandingan luas lahan untuk pembenihan dengan lahan tanam 3:100
Mengecambahkan benih: Benih direndam dalam air bersih selama 2 hari. Benih yang hampa dibuang dan benih yang bernas diperam selama 2 hari agar berkecambah. Pemeraman dilakukan dengan dihamparkan di atas lantai dan kemudian ditutup karung goni basah, atau benih dimasukkan dalam karung plastik dan ditutup rapat. Benih yang sudah berkecambah disebarkan secara merata ke permukaan tanah persemaian.

Penyiapan Lahan
Perendaman lahan dilakukan selama seminggu, kemudian dibajak dengan traktor atau secara tradisional sedalam ± 30 cm. Tanah dibiarkan tergenang selama seminggu, beri pupuk kandang 5 ton/ha, lalu dibiarkan selama empat hari, kemudian dilakukan pembajakan kedua. Setelah pembajakan kedua, lahan dibiarkan tergenang selama empat hari. Kemudian lahan digaru hingga tanah menjadi lumpur. Buat alur memanjang pada tengah lahan dengan lebar 50 cm sebagai saluran keluar masuknya air.

Penanaman. 
Syarat bibit yang siap ditanam: tinggi ± 25 cm, memiliki 5-6 helai daun, batang bawah besar dan keras, bebas hama penyakit dan jenisnya seragam. Lakukan penanaman bibit 3-4 bibit per rumpun dengan kedalaman 2 buku jari tangan, dengan jarak tanam 25x25 cm. 
Umur bibit terbaik saat dipindahkan: Varietas genjah (umur 100-115hr) bibit dipindah pada umur 18-21 hari, varietas sedang (130 hari) pada umur 21-25 hari dan varietas dalam (± 150 hari pada umur 30-45 hari.
Jarak tanam: Jarak tanam antara 25 cm x 25 cm dan 30 cm x 30 cm tergantung kesuburan tanah dan varietas tanaman. Tanah yang subur jarak tanam lebih lebar, dan varietas yang merumpun tinggi jarak tanam juga lebih lebar. 
Jumlah bibit: 3-4 bibit per rumpun . Bibit yang kokoh, sehat dan merumpun banyak cukup 3 bibit per rumpun, sedangkan bibit yang kurang kokoh dan merumpun sedikit, perlu 4 bibit per rumpun.

Perawatan Tanaman
Perbedaan antara budidaya padi secara organik dan non organik adalah pada pemupukan dan pemberantasan hama dan penyakit. Kegiatan budidaya yang lain sama dengan padi non organik..

Pemupukan: Pupuk dasar digunakan pupuk kandang /kompos 5 ton/ha, atau bokashi 1.5-2 ton /ha, diberikan bersamaan dengan pembajakan ke dua. Pupuk disebarkan merata ke seluruh permukaan tanah, kemudian dibiarkan selama 4 hari , kemudian digaru. Pemupukan susulan pertama dilakukan 3 kali, yaitu pada saat tanaman berumur 15 hari diberi pupuk kandang 1 ton/ha, atau bokashi 0.5 ton per hektar dengan disebarkan secara merata disela-sela tanaman padi. Pemupukan susulan ke dua dilakukan saat tanaman berumur 25-60 hari dengan frekuensi seminggu sekali dengan pupuk organik cair dengan kandungan N tinggi yang disemprotkan pada daun. Pemupukan susulan ke tiga, pada saat tanaman memasuki fase generatif atau pembentukan buah yaitu saat berumur 60 hari , dipupuk dengan pupuk organik cair yang nengandung P dan K tinggi , dengan dosis 2-3 sendok makan pupuk P organik yang dicampur dengan 1.5 liter pupuk K organik. Pupuk disemprotkan ke tanaman seminggu sekali.
Penyulaman: dilakukan maksimal 2 minggu setelah tanam. Penyulaman lebih dari 2 minggu setelah tanam menyebabkan masaknya padi tidak serentak.

Pengolahan Tanah Ringan: dilakukan seminggu sebelum penyiangan pertama, kira-kira 20 hr setelah tanam, dilakukan menggunakan sorok.
Penyiangan: dilakukan agar tanaman padi dapat tumbuh sempurna karena tanaman liar dapat bersaing dalam memperoleh hara.

Pemasukan dan Pengeluaran Air. 
Penggenangan sawah dilakukan pada saat : 1) setelah bibit padi ditanam selama 15 hari, dengan ketinggian 2-5 cm dari permukaan tanah; 2) Pada fase pembentukan anakan dengan ketinggian 3-5 cm, hingga tanaman bunting, 3) pada masa bunting , dengan ketinggian 10 cm, pada saat pembungaan dengan ketinggian 5-10 cm.
Pengeringan sawah: Dilakukan pada fase sebelum bunting dan fase pemasakan biji yaitu saat seluruh bulir padi tampak menguning, dengan tujuan untuk menyeragamkan biji dan mempercepat pemasakan biji . Pengeringan ini dilakukan hingga saat panen.

Pemberantasan Hama dan Penyakit: Hama penting yaitu wereng, walang sangit, penggerek batang, ganjur, tikus dan burung pemakan biji-bijian, sedangkan penyakit penting adalah bercak cokelat, blast dan tungro. Pemberantasan harus dilakukan secara terpadu antara teknik budidaya, biologis, fisik (perangkap atau umpan) dan penggunaan pestisida organik.
Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Madya
Sumber: BUDIDAYA PADI SECARA ORGANIK, oleh Drs. Agus Andoko, 2007
Share this article :

Post a Comment