Home » » Budidaya Tomat

Budidaya Tomat

Written By Muhammad Yusuf on Friday, August 24, 2012 | 4:40 AM


Tomat termasuk sayuran buah yang paling digemari oleh setiap orang karena rasanya enak, segar, dan sedikit asam. Selain itu, tomat setelah tua dan berwarna merah merupkan sumber vit. A, vit C, dan sedikit vit. B. Kandungan vit. A-nya lebih tinggi 2-3 kali dari semangka.

Tomat dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi. Jenis tomat sayur lebih baik ditanam di dataran rendah. Sementara tomat apel lebih baik ditanam di dataran tinggi.

Namun, ada varietas yang termasuk tipe tomat apel yang cocok ditanam di dataran rendah dan tahan terhadap penyakit layu seperti VC.11 (ratna), AV-33 (intan), berlian, mutiara, dan TW 375. Tanaman tomat sangat peka terhadap tanah yang sedikit kekurangan zat-zat hara terutama unsure nitrogen (zat lemas).

Oleh karena itu, penanaman tomat harus pada tanah yang gembur, sedikit mengandung pasir dan banyak mengandung bahan organik (subur). Tanah liat yang sedikit mengandung pasir dengan derajat keasaman tanah (pH) antara 5-6 sangat disukai tanaman ini.

Tanaman tomat pun tidak tahan terhadap hujan. Oleh karena itu, waktu tanam terbaik adalah 2 bulan sebelum musim hujan hingga akhir musim hujan.

Waktu tanam pun dapat dilakukan pada awal musim hujan, Akan tetapi, tanaman sering mengalami kegagalan karena banyak terjadi serangan penyakit daun dan buahnya banyak yang pecah sehingga mutunya menurun. Di sawah atau tempat yang dapat diairi/digenang, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim kemarau.

a. Cara Tanam
Tomat dikembangkan dengan bijinya. Sebelum ditanam, biji tomat disemai terlebih dulu. Tanah untuk persamaian dicangkul dan diberi pupuk kandang yang telah jadi dan steril.

Untuk melindungi semaian dibuatkan atap yang menghadap ke timur dan iring ke barat setinggi 1 m. Atap ini berguna untuk menjaga kelembapan, mmperoleh suhu yang tetap, dan mengatur banyaknya sinar matahari yang masuk.

Biji tomat ditaburkan berbaris dengan jarak antarbaris 5 cm. Penaburan dilakukan dengan hati-hati dan tipis-tipis di atas tanah persemaian. Untuk lahan seluas 1 ha diperlukan sebanyak 300-400 g biji tomat.

Menurut teori, penanaman 1 ha lahan hanya diperlukan 150 g biji yang berdaya kecambah 75 persen. Biji tomat akan tumbuh setelah 5-7 hari disemaikan, Setelah 2 minggu, bibit dipindahkan ke dalam kantong plastic atau bumbung (pot) daun pisang.

Lahan yang digunakan dicangkul sedalam 40 cm dan dibuat bedeangan dengan lebar 1,40-1,60 m. Di atas bedengan dibuat lubang dengan jarak 50-60 cm. Jarak antarbaris lubang 70-80 cm sehingga tiap bedengan terdiri dari 2 baris lubang.

Tiap lubang diberi pupuk kandang yang telah jadi 0,5-1 kg atau 20 ton/ha. Pada lahan tersebut juga dibuatkan saluran pembuangan air (parit) antar bedengan dengan lebar 20 cm.

Parit ini sangat penting untuk drainase dan mencegah serangan penyakit layu. Setelah berumur 1 bulan (berdaun 4 helai) bibit tomat dipindahkan ke lubang-lubang yang telah tersedia di kebun. Tiap lubangditanami 1 batang tanaman yang sehat, kuat, dan subur.

Jika diperlukan, tanaman ditutupi dengan dedaunan atau pelepah pisang. Tutup ini untuk mencagah teriknya sinar matahai atau pukulan air hujan yang mungkin jatuh. Setelah 3-4 hari tutup dibuka.

Tanaman tomat yang telah berumur 1,5 bulan diberi pupuk buatan berupa campuran urea, TSP, dan KCl dengan perbandingan 2:3:1 sebanyak 12 g tiap tanaman. Pupuk ini diletakkan dalam alur yang melingkari batang tanaman, kurang lebih 5 cm dari batang tanaman. ‘

Alur ini selanjutnya ditutup dengan tanah. Pemberian pupuk buatan ini diulangi sekali lagi setelah 2-3 minggu kemudian. Dengan demikian untuk tiap hektar tanaman dibutuhkan 200 kg urea, 300 kg TSP, dan 100 kg KCl. Pada tanah tandus, pupuk urea diberikan sampai 300 kg per ha. Pupuk buatan sebaiknya waktunya diberikan bersamaan dengan pendangiran tanah.

Saat umur 1,5 bulan cabang samping dipangkas hingga tersisa 1-2 cabang utama tiap tanaman. Tunas yang tumbuh pada ketiak daun dan berbungga sedikit (tunas liar) harus dibuang karena tunas tersebut mengurangi hasil buah.

b. Pemeliharaan Tanaman
Cara memelihara tomat adalah dengan membersihkan rumput atau gulma, mengatur ketersediaan air, memasang ajir, dari bamboo serta memberantas hama dan penyakit. Untuk pemberantasan hama dan penyakit sebaiknya terlebih dahulu mengenali jenis hama dan penyakitnya. Jenis hama tomat yalah ulat penggerek buah (Heliothis sp.) daun ulat tanah (Agrotis sp.)

Ulat tanah ini dapat mematahkan tanaman muda, Ulat ini dapat diberantas dengan menyemprotkan Rhocap 10 G 0,1 persen di sekitar tanaman, sedangkan ulat penggerek buah dengan Decis 2,5 EC 0,2 persen. Hama lain yang dapat merusak tanaman tomat adalah cacing.

Cacing yang berbahaya adalah nematode bintil akar (Meliodogyne sp.). Nematoda ini hanya timbul pada tanah yang terlalu asam (pH 4-5). Hama ini menyebabkan akar-akar tomat berbintil, tanaman lemah, dan produksi menurun.

Selain hamaada bahaya lain yang dapat merusak tomat yakni penyakit. Jenis penyebab penyakit berbahaya bagi tanaman tomat adalah cendawan, bakteri, dan virus.

Penyakit yang disebabkan oleh cendawan adalah penyakit damping off, busuk daun, dan layu.Cendawan Rhizoctonia sp. Dan Pythium sp. dapat menimbulkan penyakit damping off. Penyakit ini sering mengancam tanaman di persemaian.

Serangannya dapat daicegah dengan penyemprotan Dithane M-45 0,2 persen sebelum penyakit muncul. Cendawan Pythopthora infestans dapat menyebabkan penyakit busuk daun dan penyakit cacar. Daun dan buah yang terserang penyakit ini bernoda hitam seperti cacar, tidak tertur, dan akhirnya menjadi kering atau busuk.

Penyakit ini dapat diberantas dengan Benlate 0,1-0,3 persen, Antracol atau Dithane M-45 0,2 persen. Jika pemberantasan terlambat, penyakit ini dapat menggagalkan panen.

Adapun jenis cendawan Fusarim oxysporum dapat menyebabkan penyakait layu atau lanas. Serangan penyakit ini terjadi pada kar sehingga sulit diberantas.. Selain itu, penyakit dapat menyebar melalui tanah, air, dan bibit. Penyakit layu ini pun dapat disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum.

Pengobatannya sampai saat ini belum ditemukan. Penyakit ini menyebar melalui tanah, air, dan biji. Jenis penyakit lainnya yang meyerang tomat adalah virus. Jenis virusnya berupa virus keriting dan Tobaco Mosaik Virus (TMV) atau blorok yang sampai kini belum dapat diberantas.

Penyakit ini disebarkan oleh serangga vector berupa kutu daun Myzus persiae.
Jenis penyakit yang disebabkan di atas bersifat cepat menjalar/menyebar. Timbulnya penyakit damping off dan layu terjadi akibat penggunaan pupuk kandang yang belum jadi.

Penyebaran penyakit dapat dicegah dengan cara tanaman yang terserang penyakit segera dicabut dan dibakar. Pencegahan lainnya adalah mengadakan rotasi tanaman, dijaga kebersihan tanaman, dan digunakan varietas tahan penyakit layu misalnya varietas ratna, dan intan.

Selain itu dapat pula digunakan bibit tomat sambungan (enten). Bibit tomat tersebut disambungdi atas batang tekokak atau terung gelatik untuk mencegah serangan penyakit melalui akar (seperti penyakit layu cendawan dan layu bakteri). Alasan penyambungan ini karena tekoka dan terung gelatik tahan terhadap penyakit tersebut.

c. Pemanenan
Buah pertama sudah bisa dipungut setelah tanaman berumur 2 bulan tanam. Bila buah dipungut terlambat, terlau masak atau tua maka banyak buah yang jatuh dan mudah rusak selama dalam pengangkutan.
Tanaman yan unggul dan sehat dapat menghasilkan 10-25 ton buah tomat/ha. Produksi tomat di Indonesia sekitar 25.000 ton dengan luas berkisar 4.000 ha.

Hasil produksi tomat telah diperdangkan secara luas. Tomat dalam negeri (Sumatera Utara dan Jawa Barat) telah masuk pasar luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Tomat tipe apel dan gondola (roma) adalah jenis tomat yang disenangi konsumen luar negeri
Share this article :

+ comments + 1 comments

December 7, 2012 at 9:25 PM

mg bermanfaat..

Post a Comment