Home » » Pemanfaatan Beberapa Species Tumbuhan Tingkat Tinggi sebagai Pestisida Alami

Pemanfaatan Beberapa Species Tumbuhan Tingkat Tinggi sebagai Pestisida Alami

Written By Muhammad Yusuf on Wednesday, December 14, 2011 | 2:08 AM

Dalam membangun pertanian yang mengarah pada pembangunan pertanian yang berkelanjutan (The Sustainable Agriculture Development) maka berbagai masukan berupa teknologi maupun sarana produksi yang digunakan tetap menjaga produktivitas sistem pertanian itu sendiri danramah lingkungan.

Penggunaan pestisida sintetik yang diperkenalkan oleh revolusi hijau (green revolution) ternyata telah banyak menimbulkan dampak negative bagi ekosistem, baik terhadap sistem biofisik maupun sosial. Dampak negative tersebut dapat ditanggulangi dengan mencari pestisida pengganti yang baru yang lebih efektif dan tidak membahayakan bagi kesehatan dan lingkungan.

Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui beberapa species tumbuhan tingkat tinggi seperti nimba (Azadiractha indica ),Tuba (Derris eliptica ), Juwet (Eugenia cumini druce ), Bayam Berduri ( Amarantus spinosus ), Jarak Cina (Ricinus comunis ) dan delima (Punica granatum) mampu mengendalikan beberapa organisme tanaman . Ini berarti bahwa penggunaan tumbuhan tingkat tinggi dapat dijadikan alternative sebagai pestisida alami dalam menunjang pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Keberadaan tumbuhan baik yang sudah dibudidayakan maupun yang masih liar semakin lama semakin menyusut. Beberapa jenis tumbuhan yang dulu sering dijumpai kini mulai langka dan sulit ditemukan. Arus erosi kekayaan flora yang terjadi ternyata jauh lebih cepat dari daripada usaha penyelamatan dan pelestarianya (Sudika, Idris, Ujianto, 1989).

Pestisida Alami adalah pestisida pengganti yang baru, selektif dan tidak membahayakan bagi kesehatan maupun organisme lainya serta tidak membahayakan bagi agroekosistem. Adapun pestisida baru tersebut besar kemungkinanya berada di alam terutama pada tumbuhan tingkat tinggi. Hal ini disebabkan karena tumbuhan tersebut pada dasarnya telah dibekali oleh suatu kekuatan berupa metabolit sekunder yang kemungkinan mempunyai sifat toksik terhadap organisme pengganggu baik berupa hama, penyakit, maupun gulma.

Penggunaan bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi yang berupa organ bunga ,daun,batang dan akar yang sudah sejak lama dikenal manusiadan dimanfaatkan sebagai bahan racun untuk membasmi organisme pengganggu (Kertasaputra,1988)

Beberapa kelebihan pestisida alami adalah mudah terurai dialam, (bersifat biodegradable), tidak mencemari lingkungan, tidak menimbulkan mutasi bagi hama dan penyakit, bersifat lebih spesifik, residunya pada tanaman lebih pendek, daripada pestisida sintetik, dan kemungkinan oganisme pengganngu tidak mudah berkembang serta tidak menimbulkan resistensi pada tanaman (Anwar,1993). Pestisida alami dapat berasal dari ekstrak yang diperoleh dari bagian tumbuhan yang merupakan metabolit sekunder, kandungan metabolit sekunder sangat tergantung dari species tumbuhan tingkat tinggi yang di ekstrak.

Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa ada beberapa tumbuhan tingkat tinggi yang berpotensi sebagai pestisida Alami. Adanya pestisida alami ini akan sangat membantu dalam melakukan perlindungan pada tanaman yang tetap memperhatikan konsep wawasan lingkungan.

Dengan adanya beberapa species tumbuhan tingkat tinggi yang bersifat toksik maka diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah, pengusaha dan lembaga Pengkajian untuk menghasilkan produk berupa pestisida Alami dalam membangun kawasan pertanian yang berwawasan lingkungan.

Sumber Pustaka :
Anwar. S., 1993. Nimba Efektif Menangkal Serangga Hama, Trubus Edisi Februari 1993 No.279 Th.XXIV.
Kertasaputra, A.G.1988. Budidaya Tanaman Berkhasiat Obat. PT Bina Aksara Jakarta. 135.h.
Sudika, Idris, Ujianto, 1989. Penuntun Praktikum Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Mataram.

Sumber : BPTP - NTB
Share this article :

Post a Comment