Home » » Penyakit Tanaman Pisang

Penyakit Tanaman Pisang

Written By Muhammad Yusuf on Monday, August 15, 2011 | 8:01 AM


Penyakit yang sering menyerang tanaman pisang  adalah: Layu Fusarium, layu bakteri dan kerdil (Bunchy Top).
A. Penyakit Layu Fusarium
Penyakit ini sering disebut penyakit Panama, disebabkan oleh Fusarium oxysporum. Penularan penyakit ini melalui bibit, tanah air, pupuk kandang atau alat-alat pertanian.
Gejala
Gejala awal adalah menguningnya daun tua yang diikuti diskolorisasi pembuluh pada pelepah daun terluar. Perubahan warna semakin hebat terjadi pada stadium lanjut dan bila pseudostem terinfeksi dipotongakan terlihat jaringan sakit lebih keras dibanding jaringan sehat. Gejala lain adalahperubahan bentuk dan ukuran ruas daun yang baru muncul lebih pendek serta perubahan warna pada bonggol. Penularan terutama terjadi melalui luka pada akar.
Pencegahan
Pencegahan penularan dapat dilakukan dengan:
1. Membongkar dan membakar tanaman yang terserang dan siram tanah bekas tanaman pisang tersebut dengan fungisida.
2. Lakukan penggenangan dan pergiliran tanaman.
3. Menanam varietas tahan terhadap penyakit layu Fusarium.
4. Jangan menanam bonggol, anakan atau bibit dan membawa tanah dari daerah yang sudah terinfeksi penyakit layu Fusarium.
5. Gunakan bibit bebas penyakit (hasil kultur jaringan).
6. Alat-alat pertanian yang digunakan selalu disuci hamakan dengan fungisida.
7. Pemanfaatan musuh alami seperti Trichoderma atau Glicocladium.
B. Penyakit Layu Bakteri
Penyakit layu ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas Solaracearum. Penularan penyakit melalui bibit, tanah, air irigasi, alat-alat pertanian atau serangga penular (vector).
Gejalanya
Gejala biasanya tampak setelah timbulnya tandan. Mula-mula daun muda mengalami perubahan warna dan pada ibu tulang daun terlihat garis coklat kekuningan kearah tepi daun hingga buah menjelang masak. Daun kemudian menguning/coklat, dan layu. Gejala spesifik adalah terdapatnya lendir bakteri yang berbau, berwarna putih abu-abu sampai coklat kemerahan keluar dari potongan buah atau bonggol, tangkai buah, tangkai tandan dan batang.
Pengendalian
Pengendalian atau pencegahanyang dianjurkan adalah:
1. Melarang perpindahan bibit/tanaman beserta tanahnya dari daerah endemik.
2. Penanaman bibit pisang sehat/bebas penyakit.
3. Pembungkusan buah beberapa saat setelah jantung keluar.
4. Sterilkan alat-alat yang dipakai dengan menggunakan formalin 30%.
5. Perbaikan drainase kebun.
6. Fumigasi tanah bekas tanaman yang terserang dengan Methyl Bromide (secara injeksi).
7. Pemusnahan tanaman sakit dengan menggunakan 5 – 20 ml larutan herbisida glyphosate 5% atau 2,4-D 2,25%.
8. Melakukan rotasi tanaman misalnya dengan menggunakan family graminae seperti sorgum, padi, jagung, rumput gajah dan lain sebagainya untuk memotong siklus patogen di dalam tanah selama sekitar satu tahun.
C. Bercak Daun Sigatoka
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Mycosphaerella musicola Mulder.
Gejala
Gejalanya mula-mula timbul bintik-bintik kuning pada tepi daun, kemudian bintik melebar menjadi noda kuning tua kemerahan sampai kehitaman, sehingga seluruh helaian daun menjadi kuning, daun menjadi lebih cepat kering dan buah matang sebelum waktunya.
Pengendalian
Pengendalian penyakit ini dianjurkan dengan pemupukan berimbang, sesuai anjuran setempat dan sanitasi sumber infeksi dengan memotong dan membakar daun-daun mati/sakit.
D. Penyakit Kerdil Pisang / Bunchy Top Virus.
Penyakit ini disebabkan oleh virus. Penularannya melalui vektor Pentalonia negronervosa Coq.
Gejala
Gejalanya adalah daun muda tampak lebih tegak, pendek, lebih sempit dan tangkainya lebih pendek dari yang normal, daun menguning sepanjang tepi lalu mengering, daun menjadi rapuh dan mudah patah, tanaman terlambat pertumbuhannya dan daun-daun membentuk roset pada ujung batang palsunya.
Pengendalian
Pengendalian dilakukan dengan menanam bibit yang sehat dan sanitasi kebun dengan membersihkan tanaman inang seperti Abaca (Musa textiles), Heliconiaspp dan Canna spp, pembongkaran rumpun sakit, lalu dipotong kecil-kecil agar tidak ada tunas yang hidup. Cara lain adalah dengan menggunakan insektisida sistemik untuk mengendalikan vektor terutama di persemaian.
Share this article :

Post a Comment