Home » » BERTANAM KEDELAI

BERTANAM KEDELAI

Written By Muhammad Yusuf on Thursday, August 11, 2011 | 10:26 AM


A. Pemilihan Varietas
Langkah awal terpenting untuk mencapai produktivitas maksimal dalam bertanam kedelai yaitu memilih verietas yang akan ditanam. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan verietas yaitu umur panen, ukuran, dan warna biji, serta tingkat adaptasi terhadap lingkungan tumbuh yang tinggi.
 
 
B. Waktu Tanam
Penentuan waktu tanam yang tepat akan berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan pertanaman kedelai. Waktu tanam berkaitan dengan ketersediaan air irigasi, perkembangan hama, dan penyakit, serta aspek pemasaran. Secara umum, waktu tanam kedelai di lahan kering dimulai pada awal musim hujan yaitu antara bulan Oktober atau November. Sementara untuk waktu tanam kedua dilakukan sekitar bulan Februari atau Maret. Untuk lahan sawah, permulaan waktu tanam yang paling tapet antara akhir bulan Februari sampai pertengahan Maret dan untuk penanaman kedua mulai awal Juni sampai pertengahan Juli.
 
 
C. Penyiapan Lahan
Penyiapan lahan untuk kedelai sangat ditentukan oleh kondisi tanah sebelum penanaman. Pada umumnya, penyiapan lahan untuk tanah kering dilakukan 1-2 bulan sebelum hujan turun. Penyiapan lahan di tanah sawah setelah dilakukan pemanenan padi pada musim kemarau hanya dilakukan pembersihan gulma. 
Penyiapan lahan di musim kemarau II setelah tanaman kedelai I dipanen cukup dilakukan pembersihan gulma. Penyiapan lahan pada musim hujan umumnya hanya dilakukan bila penanaman dilakukan secara intensif atau bila lahan yang digunakan banyak tumbuh gulma.
 
 
D. Pembuatan Saluran Drainase
Tanaman kedelai memerlukan air yang cukup dan tidak menghendaki kelebihan air/tanah becek selama pertumbuhannya. Saluran drainase diperlukan untuk mengalirkan air ke areal pertanaman guna menjaga kelembaban tanah optimal dan mengalirkan kelebihan air pada saat hujan. Jarak antarsaluran ditentukan oleh jenis tanah, umumnya 2-5 m dengan lebar dan kedalaman sekitar 30 cm. Pada lahan kering, saluran drainase berfungsi sebagai pematus air pada saat hujan.
 
 
E. Cara Tanam
Cara tanam yang terbaik untuk memperoleh produktivitas tinggi yaitu dengan membuat lubang tanam memakai tugal dengan kedalaman antara 1,5-2 cm. Setiap lubang tanam diisi sebanyak 3-4 biji dan diupayakan 2 biji yang bisa tumbuh.
F. Pengaturan Populasi Tanaman
Populasi berkisar antara 350.000-500.000 tanaman/ha. Kebutuhan benih 40-60 kg/ha bergantung pada ukuran biji. Tanam dengan cara ditugal dengan jarak tanam 40 cm antarbaris 10-15 cm dalam barisan, 2-3 biji per lubang. Pada musim hujan gunakan jarak tanam lebar (populasi sedang), pada musim kemarau gunakan jarak tanam rapat (populasi tinggi).
 
 
G. Penyiangan
Penyiangan atau penekanan pertumbuhan gulma pada kedelai di lahan sawah setelah penanaman padi umumnya dilakukan dengan pemberian mulsa jerami padi. Takaran atau dosis yang digunakan yaitu 5 ton/ha.
 
 
H. Pemupukan
Hal yang perlu diperhatikan dalam pemupukan adalah jenis pupuk, dosis, dan waktu aplikasi. Penambahan pupuk akan lebih baik jika didasarkan pada hasil analisis kondisi kesuburan tanah yang akan ditanami.
 
 
Ir. Amirudin Aidin Beng Penyuluh Pertanian Madya
Sumber : 
Pedoman Umum Produksi Benih Sumber Kedelai Badan Litbang Deptan 2007
Pedoman Umum PTT Kedelai, Badan Litbang Deptan 2009
Dr. T. Adisarwanto, Kedelai, PT Penebar Swadaya 2007
Share this article :

Post a Comment