Home » » Layu Fusarium Pada Labu-Labuan

Layu Fusarium Pada Labu-Labuan

Written By Muhammad Yusuf on Monday, July 25, 2011 | 3:02 AM


Penyakit layu Fusarium (Fusarium wilt) banyak merugikan  tanaman melon. Gejala pada tanaman yang masih sangat muda terjangkit, semai dapat busuk sebelum atau sesudah muncul dari tanah, atau tanaman dapat tumbuh menjadi tanaman kerdil. Pada tanaman dewasa penyakit menyebabkan daun-daun menjadi pucat, bagian atas tanaman layu, dan sedikit demi sedikit seluruh tanaman layu dan akhirnya mati. Pada batang terdapat coreng yang panjangnya mencapai 60 cm, menjadi nekrotik, dan mempunyai massa spora merah jambu. Kadang-kadang pada batang terjadi lekah yang mengeluarkan cairan berwarna coklat. Jika dibelah akan tampak bahwa bagian kayu dari batang berwarna coklat. Jika dibentuk, buah-buah lebih kecil daripada biasa. Akar-akar dapat mempunyai gejala kanker.
Penyebab penyakit layu fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum, yang berkembang dalam berkas pembuluh tanaman. Penyakit pada melon dan semangka disebabkan oleh dua ras yang berbeda. Kedua jamur tersebut dapat bertahan dalam tanah selama bertahun-tahun. Populasinya akan meningkat ketika di areal tersebut ditanam tanaman yang sesuai. Fusarium menginfeksi melalui akar-akar dan berkembang dalam pembuluh kayu. Jamur mengadakan penetrasi melalui jaringan meristem pada ujung akar, melalui epidermis pada zone memanjangnya akar, dan melalui celah-celah yang terjadi karena munculnya akar lateral yang baru. Infeksi pada semangka terjadi paling baik pada suhu 17 ºC, namun kelayuan yang berat dapat terjadi pada suhu 20-30 ºC. Pada suhu diatas 30 ºC infeksi sangat berkurang bahkan pada suhu 33 ºC atau di atasnya tidak dapat terjadi infeksi.
Di Indonesia belum terdapat pengalaman mengenai pengendalian panyakit layu Fusarium. Beberapa cara yang dilakukan di negara-negara lain yaitu, mengendalikan pergiliran dengan tanaman yang tidak rentan. Sebaiknya menanam semangka dan melon di tanah yang baru, menanam kultivar yang tahan, menyambung melon di atas batang bawah yang tahan.
(Semangun, Haryono. 2000. Penyakit-penyakit tanaman hortikultura di Indonesia. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press)
Share this article :

Post a Comment