Home » » Inpari Lebih Ekonomis dan Tahan Wereng

Inpari Lebih Ekonomis dan Tahan Wereng

Written By Muhammad Yusuf on Friday, July 22, 2011 | 11:50 AM


Uji coba produksi dari pengembangan tanaman padi varietas inbrida padi sawah irigasi di Desa Bangeran, Kec. Dukun, Kab. Gresik, menghasilkan 7,334 ton gabah kering panen atau 6,242 ton gabah kering giling per hektar.
Dari hasil panen raya, Selasa (5/7/2011) diketahui produktivitas inbrida padi sawah irigasi (inpari) terbukti lebih ekonomis dan tahan wereng.  Dari hasil uji coba varietas 1,4,5,6,7,10 dan 13 merupakan pengembangan padi non hibrida jenis baru hasil rekayasa genetika BPTP Jawa Timur bersama Dinas Pertanian Gresik.
Hasil Uji Coba menunjukan produktivitasnya lebih bagus dibandingkan dengan IR64 yang ditanam dilahan dan perlakuan sama hanya menghasilkan 5,530 ton gabah kering panen atau 4,737 ton gabah kering giling per hektar. Ketua kelompok tani Desa Bangeran mengakui keunggulan varietas inpari, itu dibuktikan dengan hasil yang lebih banyak dan padi tidak diserang hama.
Sementara itu musim kemarau di wilayah Kab. Jombang berdampak pada penciutan luas area panen.  Hingga Juni 2011 luas panen padi pada musim tanam kemarau pertama mencapai 7055 ha dari total luas areal tanaman 24715 ha dengan produktivitas rata-rata 5 ton per ha.  Adapun tahun lalu produktivitas per hektar mencapai 6 ton per ha berarti ada penurunan panen dibandingkan dengan tahun lalu.
Share this article :

Post a Comment