Home » » Budidaya Kacang Tanah di Lahan Kering

Budidaya Kacang Tanah di Lahan Kering

Written By Muhammad Yusuf on Friday, July 22, 2011 | 5:17 PM


Rekomendasi budidaya
·          Syarat benih: daya tumbuh di atas 80%, bernas, bebas hama/penyakit, tidak keriput, murni dari varietas lain.
·          Kebutuhan benih: 120 kg polong kering/ha, 80 kg bentuk biji/ha.
·          Penyiapan lahan: tanah diolah sempurna, dibuat bedengan lebar 2 m,  tinggi minimal 20 cm, panjang sesuai kondisi lahan.
·          Penanaman: tanah ditugal sedalam 5 cm, tanam 1 biji/lubang tanam, jarak tanam 40 x 15 cm.
Pemupukan
·          Takaran: 50 kg urea + 100 kg SP36 +  100 kg KCl, kapur 400 kg/ha.
· Waktu
-          Pupuk dasar 25 kg urea + 100 kg  SP36 + 100 kg KCl, satu hari sebelum/saat tanam.
-          Pupuk susulan: 25 kg urea/ha, diberikan 30 hari setelah tanam.
-          Kapur diberikan 2 kali, 7 hari sebelum tanam dan umur 20 hari setelah tanam dengan takaran masing-masing 200 kg/ha.  Pemberian kapur dengan takaran 400 kg/ha, sebagai pupuk yang mensuplai unsur Ca sangat diperlukan untuk polong dan pengisian biji kacang tanah.
· Cara
-          Pupuk dasar diberikan di samping barisan tanaman dengan jarak 5 cm dari lubang tanaman.
-          Pupuk susulan jaraknya diperlebar 7-10 cm dari barisan tanam. 
Pemberian kapur susulan dengan cara dilarik  10 cm di samping baris tanam.
Pemeliharaan
·          Penyiangan dilakukan 2 kali, umur sekitar 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam.
·          Jangan melakukan penyiangan saat berbunga,menyebabkan bunga mudah rontok.
·          Pengairan penting terutama saat berbunga, pembentukan polong dan pengisian biji.  Bila curah hujan tidak cukup dilakukan penyiraman secukupnya.   Umur 80 hari setelah tanam,  tanaman perlu kondisi kering untuk pemasakan.
·          Pengendalian hama penting seperti ulat digunakan insektisida antara lain Decis, Dursban dan lain-lain.   Untuk  preventif penyakit bakteri dengan Agrept, sedangkan untuk jamur digunakan Dithane, Antracol dan lainlain.
Panen
·          Panen dilakukan dengan ditandai daun mulai kuning, polong keras  dan  mulai berwarna kehitaman.
·          Cara panen: dicabut, akan lebih mudah apabila tanah dalam kondisi lembab, sehingga polong tidak tertinggal dalam tanah.
Share this article :

Post a Comment