Home » » Pengelan Varietas Unggulan Baru untuk Agroekosistem Lahan Rawa

Pengelan Varietas Unggulan Baru untuk Agroekosistem Lahan Rawa

Written By Muhammad Yusuf on Thursday, June 23, 2011 | 5:28 PM

Balai Besar Penelitian padi (Balitpa) Sukamandi, Cianjur Jawa Barat, telah merakit 5 varietas unggul padi yang sesuai dikembangkan pada laha rawa pasang surut dan lebak. kelima nya masing-masing diberi nama Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 4 dan Inpara 5. Lahan rawa pasang surut dan lebak dengan luas 33,4 juta hektar memiliki potensi yang sangat besar mendukung keberlanjutan ketahanan pangan nasional, namun penggunaannya untuk pengembangan tanaman padi dihadapkan kepada berbagai kendala dan masalah, seperti tingkat kemasaman yang tinggi serta kondisi tanah dan air yang beragam.
Pengalaman Badan Litbang Pertanian dalam penelitian dan pengembangan rawa pasang surut dan lebak di Sumatera Selatan menunjukkan penggunaan varietas unggul yang adaftif berperan penting dalam mengatasi permasalahan pada agroekosistem marginal tersebut. Oleh karena itu perakitan varietas unggul padi yang sesuai dikembangkan pada lahan rawa terus diupayakan.
Melalui serangkaian penelitian dan pengembangan, ke-5 varietas unggul baru padi yang cocok dikembanglan di lahan rawa pasang surut dan lebak adalah Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 4 dan Inpara 5.
Inpara 1 merupakan hasil persilangan antara varietas Batang Ombilin dan galur introduksi IR9884-54-3, Potensi hasil varietas unggul ini 6,5 ton GKG/ha. Keunggulan lain dan Inpari 1 adalah tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri dan bias, serta agak tahan wereng coklat biotipe 1,2. Varietas Inpara 1 menghasilkan nasi bertektur pera, sehingga lebih sesuai dikembangkan di daerah rawa yang penduduknya menyukai nasi pera seperti di Sumatera dan Kalimantan.
Inpara 2 berasal dai nomor persilangan dari nomor persilangan B10214F-TB-7-2-3 dengan potensi hasil 6,08 ton GKG/ha. Seperti halnya Inpari 1, varietas Inpara 2 juga memiliki ketahanan yang baik terhadap hawar daun bakteri dan penyakit blas serta wereng coklat biotipe 2, dalam hal tekstur nasi Inpara 2 lebih bertekstur pulen.
Inpara 3 toleran terhadap rendaman air, sehingga sesuai dikembangkan pada lahan rawa lebak dimana fluktuasi air pada agroekosistem ini sangat bervariasi. Inpara 3 juga dapat dikembangkan pada lahan sawah irigasi yang rawan banjir. Kebanyakan varietas padi akan mengalami mengalami puso jika terendam air selama 1 minggu, terutama pada fase vegetatif. Varietas Inpara 3 mampu bertahan hidup dan tumbuh normal pada kondisi demikian. Pengenalan varietas Inpara 3 dari Pusat Penelitian Padi Internasional (IRRI), Phlipina ditandai dengan nomor persilangan IR70213-9-CPA-12-UBN-2-1-3-1. Dilahan lebak, Inpara 3 dapat berproduksi 5,60 ton GKG/ha. Varietas ini juga tahan terhadap penyakit blas dan tekstur nasinya tergolong pera.
Padi VUB inpara 1,2 dan Inpara 3 sama-sama toleran terhadap keracunan besi (Fe) dan alumunium (Al) yang menjadi kendala penting dalam pengembangan tanaman padi dilahan rawa pasang surut dan lebak.
Inpara 4 dan Inpara 5 toleran terhadap rendaman air selama 14 hari, sehingga sesuai dikembangkan pada lahan lebak dimana fluktuasi air pada agroekosistem tersebut sangat bervariasi. Ke-2 nya juga dapat dikembangkan pada lahan sawah irigasi yang rawan banjir. Kebanyakan varietas akan mengalami puso jika terendam air selam seminggu, teruatama pada fase vegetatif. Varietas Inpara 4 dan 5 mampu bertahan hidup dan tumbuh normal pada kondisi demikian.
Pengenalan varietas Inpara 4 dan 5 dari Pusat Penelitian Padi Internasional (IRRI), Philipina dengan nomor seleksi IR05F101 dan IR07F101. Di lahan lebak, Inpara 4 dan 5 dapat berproduksi 7,63 dan 7,2 ton GKG/ha. Varietas ini juga agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 3 dan tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain IV dan VII serta tekstur nasinya tergolong pera dan sedang, Dalam upaya mengembangkan lahan rawa pasang surut dan lebak untuk mendukung Ketahanan Pangan Nasional, ke-5 varietas unggul baru padi tersebut diharapkan menjadi pilihan bagi petani. Pelepasan kelima varietas unggul ini akan melengkapi varietas ubggul pada lahan rawa yang dilepas sebelumnya, antara lain Banyuasin, Batanghari,Indragiri, Dendang, Martapura dan Margasari yang telah dikembangkan oleh sebagian petani dibeberapa kawasan lahan rawa di Sumatera dan Kalimantan.
(Tumarlan Thamrin, Susilawati)
Share this article :

Post a Comment