Home » , » Surfaktan dan Anti Mikrobial dari Minyak Sawit Mentah

Surfaktan dan Anti Mikrobial dari Minyak Sawit Mentah

Written By Muhammad Yusuf on Sunday, November 27, 2011 | 6:22 AM

Salah satu produk diversifikasi dari MSM adalah surfaktan. Dewasa ini, umumnya surfaktan dan emulsifier disintesis dari minyak bumi (petrokimia). Selain minyak bumi, bahan baku surfaktan dan emulsifier adalah minyak nabati. Surfaktan dan emulsifier yang dibuat dari minyak nabati mudah ter-urai secara biologi (biodegradable) se-hingga tidak mencemari lingkungan. Kesinambungan pengadaannya terjamin karena minyak nabati merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Salah satu jenis surfaktan yang dapat disintesis dari minyak nabati adalah sukrosa ester. Sukrosa ester merupakan surfaktan non ionik dan mempunyai sifat emulsifying, foaming, detergent, solubilizing yang sangat baik dan tidak beracun. Sukrosa ester dapat digunakan sebagai surfaktan dalam industri farmasi, deterjen, kosmetik, serta industri pangan.

Minyak sawit mempunyai potensi yang sama baiknya dengan minyak kedelai atau lemak gajih sapi sebagai bahan baku surfaktan dan emulsifier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu reaksi optimum pada kondisi percobaan adalah sembilan jam. Pada kondisi tersebut diperoleh kadar perolehan sebesar 39 persen dengan produk yang berbentuk semi padat dan berwarna kuning coklat. Kompo-sisi bahan baku mempengaruhi kadar perolehan, sifat fisik, serta mutu surfaktan yang dihasilkan.

Penelitian masih dilanjutkan untuk mengetahui pengaruh suhu dan tekanan terhadap produk yang dihasil-kan dan kemungkinan untuk mensintesis sukrosa ester dari MSM, olein, stearin dan MIS termasuk mengkaji sifat-sifat produk yang dihasilkan dari fraksi minyak sawit yang berbeda.

Dengan semakin meningkatnya laju pertumbuhan produksi MSM, maka perlu dicari alternatif lain diversifikasi MSM menjadi produk lain yang me-miliki nilai ekonomi lebih tinggi. Salah satunya adalah senyawa anti mikrobial dari minyak sawit mentah. Senyawa anti mikrobial dan turunannya banyak digunakan sebagai anti depresant, anti bakteri, repelan nyamuk, tranguilisers, fungisida, dan anti in-flammasi. Senyawa anti mikrobial juga dapat digunakan untuk formulasi pada kosmetik dan farmasi.

Berdasarkan struktur rantai karbonnya maka minyak sawit dapat dijadikan bahan baku senyawa anti mikrobial melalui proses epoksidasi metil ester oleat. Produk yang diperoleh terdiri dari campuran isomer morpholinon. Karakteristik kimia fisik senyawa anti mikrobial dari minyak sawit yang diperoleh adalah sebagaimana tercantum pada Tabel 1.

Pengujian daya inhibisi yang dilakukan dengan menggunakan bakteri Serratia merescens, Escherichia coli dan Bacillus thuringiensis menunjukkan bahwa anti mikrobial yang dihasilkan cukup kuat dan efektif. Sintesa anti mikrobial dari MSM mempunyai prospek untuk dikembangkan menjadi bahan anti mikrobial untuk formulasi di bidang kosmetik, farmasi, dan kedokteran.
Share this article :

Post a Comment