Home » » Faktor Penentu Keberhasilan Stek Tanaman

Faktor Penentu Keberhasilan Stek Tanaman

Written By Muhammad Yusuf on Saturday, November 19, 2011 | 3:09 AM


Perbanyakan tanaman dengan stek merupakan yang metode yang digunakan secara luas. Pada dasarnya perbanyakan tanaman terbagi dalam dua tipe yaitu perbanyakan vegetatif dan perbanyakan generatif. Perbanyakan stek termasuk dalam perbanyakan tanamn secara vegetatif melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel tanaman. Penggolongan stek menurut bagian tanaman terdiri dari stek akar, stek batang dan stek daun.

Kemampuan suatu stek batang untuk berakar telah terbukti karena faktor-faktor dalam yang ada dalam sel-sel batang dan zat-zat yang diproduksi daun dan tunas yang tertranslokasi seperti: auksin, karbohidrat, senyawa nitrogen, vitamin dan berbagai senyawa lain. Faktor-faktor luar seperti cahaya, suhu, kelembaban dan ketersediaan oksigen berperan penting dalam proses pengakaran tersebut.

Efektivitas pengakaran batang stek tanaman bervariasi menurut tahap perkembangan dan umur tanaman, tipe dan lokasi batang dan waktu. Pada umumnya, kemampuan berakar bertalian dengan tahap pertumbuhan juvenil.tanaman yang sukar berakar yaitu tanaman dewasa dapat dibuat mudah berakar dengan mengembalikannya ke masa juvenil.

Jenis-jenis stek menurut tanaman yang biasa digunakan :

Jenis Stek
Nama Tanaman
Batang Terna
Anyelir, Krisan, Geranium, Lantana, Tomat, Koleus
Tunas dan Daun
Begonia, Gloxinia, Violces
Kayu Lunak
Azalea, Junifer, Lilak
Kayu Keras
Ara, Anggur, Kiwi
Akar
Sukun, Cemara


Faktor lingkungan yang berpengaruh dalam keberhasilan stek tanaman adalah:

Kelembaban.
Matinya batang stek akibat pengeringan sebelum pengakaran, merupakan salah satu kegagalan yang sering terjadi dalam pembuatan stek. Tanpa akar yang terbentuk, setek mudah kekurangan air dan daun akan tetap bertranspirasi sehingga kehilangan air. Dalam prakteknya, daun dapat dipotong untuk mengurangi transpirasi. Penggunaan pengkabutan dalam lingkungan stek dapat mengatasi masalah ini, bahkan dalam keadaan itu stek dapat siberi cahaya, sehingga fotosintesis dapat berlangsung.

Suhu
Lingkunagn tempat stek berada harus diatur untuk mengurangi  transpirasi dan respirasi. Suhu siang 21- 27C dan suhu malam 16- 21C merupakan suhu optimum untuk pengakaran stek tanaman.

Cahaya
Cahaya nampaknya menghambat pengakaran. Stek batang terna dan batang lunak secara tidak langsung resposif terhadap cahaya dalam peranannya dalam sintesis karbohidrat. Stek batang keras berakar lebih baik di tempat gelap. Perangsangan pengakaran juga dapat tercapai dengan pembungkusan batang agar ber-etiolasi.

Media perakaran
Media pengakaran harus dapat memberikan kelembaban dan oksigen cukup dan harus bebas penyakit, tidak perlu media berisi nutrisi hara, sampai akar telah terbentuk. Medium dapat berpengaruh kepada persentase stek yang berakar dan tipe akar yang terbentuk. Berbagai campuran seperti tanah, pasir, gambut dan bahan-bahan anorganik seperti vermikulit dan perlit telah banyak digunakan. Perlit digunakan sendiri atau kombinasi dengan gambut cukup efektif karena sifat daya pegang airnya. Pasir/arang sekam atau air saja juga cukup memuaskan untuk stek yang mudah berakar.
Share this article :

Post a Comment