Home » » Optimalisasi Penggunaan Varietas Tebu

Optimalisasi Penggunaan Varietas Tebu

Written By Muhammad Yusuf on Thursday, August 25, 2011 | 11:56 PM


Produktifitas tebu merupakan hasil interaksi antara genotipe dengan phenotipe. Sifat genotipe merupakan sifat intern karakteristik potensi yang dimiliki varietas, seperti rendemen tinggi, tahan kekeringan, diameter besar, tahan keprasan dan lain-lain yang menunjukkan jati diri varietas yang bersangkutan. Sedangkan phenotipe merupakan kondisi lingkungan dimana tanaman tumbuh, seperti iklim, kesuburan tanah, drainase, ketersediaan air dll.
Untuk mendapatkan produktivitas tinggi salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah menggunakan varietas dengan potensi produktivitas tinggi, baik bobot maupun rendemen. Tentunya harus disesuaikan antara varietas dengan kondisi lingkungan tempat tumbuhnya, karena produktivitas tanaman tebu dipengaruhi oleh sinergitas kemampuan suatu varietas dan pengelolaan lingkungan tempat tumbuhnya.
A. Pemilihan Varietas Tebu
    Dalam hal pemilihan varietas dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan
    hal-hal sebagai berikut:
    1. Kebenaran Varietas
        Kegagalan produksi salah satu penyebabnya adalah salah memilih varietas, hal
ini disebabkan karena kurangnya kemampuan atau ketidaktahuan para praktisi
        pertebuan mengenai varietas sehingga harus dibayar mahal seperti
        membongkar ulang tanamannya, pengeluaran biaya, tenaga yang cukup besar
        disamping kerugian waktu.
        Oleh karena itu kebenaran varietas harus dikuasai, dipahami, dimengerti dan
        diyakini oleh praktisi dengan berbagai cara yaitu melalui pelatihan perbenihan,
        membaca buku atau mencari informasi sesama koleganya atau para penyuluh
        pertanian.
    2. Klasifikasi Varietas
        Klasifikasi varietas perlu mendapat perhatian, karena berkaitan dengan
        sertifikasi varietas. Dalam klasifikasi varietas terdapat Benih Bina dan Non
        Nina. Benih Bina adalah varietas tebu yang telah dirilis oleh pemerintah,
        sedangkan Benih Non Bina belum dirilis masih dalam tahap pengujian. Contoh
        Benih Bina : PS 851, BL, PS 861, PS 862, PS 863, PS 864, PS 921, PS 951,
        PSCO 90-1785, PS 80-1424. Benih Non Bina : CB 100, PSCO 617, CW 2014,
        CW 2019, DIV, MD 7, PA 197, PA 198, PS 82-19529, PS 91787, PS 921, PSBM
        88-144, PSBM 98-01, PSBM 98-113, PSCO 90-787, RA 2019, ROC, TRITON.
   3.  Pemilihan Varietas
        Pemilihan varietas berdasarkan kemasakannya sesungguhnya berkaitan
        dengan keinginan untuk mencapai rendemen optimal. Varietas tebu
        berdasarkan kemasakan sudah banyak diinformasikan tinggal bagaimana
        kecermatan dalam memilih varietas. Kemasakan tebu berkaitan erat dengan
        pengelolaan masa tanam dan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air pada
        periode basah dan kering, sehingga penanaman tebu dilakukan pada pola I
        (Mei – September) dan pola II (Oktober – Desember). Masa tebang optimal
        sangat dipengaruhi oleh kemasakan tebu dan masa tanam. Hubungan
        kemasakan varietas, masa tanam dan masa tebang mempunyai korelasi
        positif.
B. Tipologi Wilayah
    Faktor lingkungan utama yang berpengaruh terhadap produktivitas adalah tingkat
    kesuburan tanah dan iklim dalam mendukung ketersediaan unsur hara dan
    oksigen yang diperlukan tanaman, sedangkan ketersediaan air berkaitan dengan
    masa tanam dan panen. Pengelolaan lahan tebu dipengaruhi oleh keragaman
    tanah, maka untuk memudahkan pengelolaan varietas dengan kondisi lingkungan
    yang cocok dilakukan pengelompokkan.
    Tujuan dilakukan pengelompokkan adalah untuk memudahkan pengelolaan lahan
    dalam penerapan teknologi budidaya varietas yang sesuai. Sifat tanah yang dapat
    dikelompokkan sebagai penilai. Hasil penilaian di lapangan beberapa varietas
    tebu telah memiliki kesesuaian dengan pengelompokkan lahan. Pemberian contoh
    varietas yang cocok dengan lingkungan yang dimaksud sangat terbatas. Praktisi
    tebu dapat mengelompokkan sendiri berdasarkan pengalaman penggunaan
    varietas yang pernah dicoba dengan potensi produksi tinggi berdasarkan
    lingkungan.
Copyright : Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur
Share this article :

Post a Comment