Home » » Jerami Padi, Limbah yang Tak Ternilai

Jerami Padi, Limbah yang Tak Ternilai

Written By Muhammad Yusuf on Sunday, August 7, 2011 | 2:58 AM


Siapa yang tidak kenal jerami padi (jawa = damen)? Pasti semua dari kita baik yang berada di perkotaan atau perdesaan sudah mengenalnya. Akan tetapi mungkin karena kurang berbekal pengetahuan terutama pada masyarakat perdesaan, jerami padi belum termanfaatkan dengan baik. Kita lihat di beberapa areal persawahan jerami padi hanya ditumpuk saja, bahkan kadang ada yang langsung di bakar begitu panen usai. Semua itu semestinya tidak perlu terjadi kalau kita mengetahui akan manfaat jerami padi dalam menunjang usaha peternakan kita. Jerami padi tentu tidak kita pandang sebagai limbah pertanian saja akan tetapi kita pandang sebagai sarana yang bisa menunjang usaha peternakan kita. Mari kita lihat seberapa penting peranan atau manfaat jerami padi dalam menunjang usaha peternakan kita :
Bahan alas (liter) yang sangat murah
Anda bisa membandingkannya dengan bahan alas yang lain seperti sekam padi, tongkol jagung, kulit kacang, pasir atau lainnya. Maka jerami padi masih tergolong murah jika dibandingkan dengan bahan alas di atas dan ketersediannya bisa dikatakan sepanjang tahun. Untuk mendapatkan jerami padi kadang kita bisa langsung mengambilnya dari petani yang sedang panen di sawah akan tetapi di sebagian tempat memang harus membelinya tapi hanganya sangat murah.
Penghangat kandang alami
Kalau anda perhatikan pada usaha peternakan itik petelur, tingkat produksi telur akan berbeda dari kondisi alas kandang yang sangat lembab, agak lembab, agak hangat dan sangat hangat. Kehangatan dalam kandang terutama pada malam hari adalah salah satu faktor perangsang itik untuk memproduksi telur. Kondisi kandang yang hangat bisa diperoleh dengan menambahkan jerami padi sebagai alas kandang. Kalau jerami padi sudah terlihat basah atau bahkan sudah menggumpal maka perlu diganti dengan yang baru agar tingkat kehangatan dalam kandang tetap terjaga.
Menjaga kebersihan kulit telur
Di samping mampu menciptakan suasana hangat dalam kandang, jerami padi juga mempunyai andil dalam menjaga kebersihan kulit telur. Sebenarnya tidak perlu kami uraikan, kita mungkin sudah mengetahui bahwa kebersihan kulit telur tentu berbeda dari telur-telur yang berasal dari kandang yang becek/kotor, telur yang berasal dari kandang yang tanpa beralaskan liter, atau telur yang berasal dari kandang battery. Tentu sangat mudah bagi kita untuk membedakannya kebersihan kulit telurnya.
Mencegah debu (penyakit pernafasan)
Tidak hanya itu, ternyata jerami padi mampu mencegah atau meminimalkan gangguan penyakit pernafasan yang disebabkan oleh debu dalam kandang. Ibarat karpet dalam rumah kita, debu akan tetap berada di bawah karpet selama karpet tersebut tidak kita angkat/buka. Debu dalam kandang akan melekat pada jerami padi sehingga pengaruhnya tidak begitu besar bagi ternak. Berbeda dengan kandang yang langsung berlantai tanah, penyakit pernafasan kerap sekali muncul.
Bahan sarang (nest)
Kita mungkin lupa, orang tua kita dulu sering menambahkan jerami pada bok sarang induk baik ketika induk mulai bertelur atau sewaktu induk mulai mengeram. Mengapa? Karena panas yang dihasilkan dari sarang yang diberi jerami padi lebih bagus (merata). Sebagai tambahan, ada penelitian yang mengungkapkan juga bahwa bok sarang bentuk kerucut memberikan hasil terbaik (daya tetas) untuk penetasan secara alami. Anda bisa membandingkan daya tetas dari induk yang mengeram pada bok sarang yang diberi jerami dengan bok sarang yang tanpa alas, atau beralas bahan lain seperti percahan kain dan yang lainnya.
Menyerap kotoran
Salah satu syarat alas kandang yang baik adalah sebagai bahan penyerap kotoran ternak sehingga kadar amoniak menjadi tidak terlalu tinggi di dalam kandang. Jerami padi yang digunakan sebagai bahan alas kandang mampu berperan sebagai bahan alas kandang yang mempunyai daya serap yang cukup tinggi. Mungkin belum terlintas dalam benak kita bagaimana proses penularan beberapa penyakit seperti berak putih (pullorum), berak hijau (cholera), dan berak darah (coccidiosis) yang diakibatkan oleh kualitas bahan alas yang jelek. Bahan alas tersebut tidak mampu menyerap kotoran dengan baik akibatnya kotoran yang mengandung penyakit itu menular (menyebar) ke ternak lainnya. Karenanya, menambahkan jerami padi sebagai bahan alas adalah pilihan tepat.
Bahan amoniasi
Pada usaha peternakan ruminansia dikenal cara pengawetan jerami padi atau bahan lainnya dengan cara amoniasi. Amoniasi adalah proses perlakuan terhadap bahan pakan limbah pertanian (pada umumnya jerami padi) dengan cara menambahkan bahan kimia seperti kaustik soda (NaOH), sodium hidroksida (KOH), atau urea CO(NH2)2. Bahan kimia yang sering digunakan adalah urea karena murah, tidak beracun, memiliki kandungan nitrogen yang sangat tinggi (46%). Hasil dari proses amoniasi baru bisa dimanfaatkan 7 hari berikutnya setelah pembuatan. Proses amoniasi di samping bertujuan untuk meningkatkan mutu pakan juga agar bahan pakan yang melimpah bisa dimanfaatkan di waktu yang lain.
Demikianlah sebagian manfaat atau peranan jerami padi dalam menunjang usaha peternakan yang dapat kami sebutkan. Tentu masih ada manfaat-manfaat lain yang belum kami sebutkan karena keterbatasan pengetahuan kami. Oleh karena itu sudilah kiranya pembaca yang budiman untuk menambahkannya demi kesempurnaan artikel ini sehingga nilai guna bertambah terutama untuk insan peternakan di negeri yang tercinta ini. Jaya dan majulah peternakan Indonesia. *(SPt)
Share this article :

Post a Comment