Home » » Budidaya Strowberry Yang Intensif

Budidaya Strowberry Yang Intensif

Written By Muhammad Yusuf on Thursday, August 11, 2011 | 10:49 AM


STROBERI atau strowberry dan juga dikenal dengan nama arbei dari bahasa Belandaaardbei adalah sebuah genus tumbuhan dalam keluarga Rosaceae merupakan nama buah dari tanaman ini. Ada kurang lebih 20 spesies stroberi. Spesies yang paling umum ditanam untuk dijual adalah dari hasil penyilangan Fragaria × ananassa.
Buah stroberi berwarna hijau keputihan ketika sedang berkembang, dan pada kebanyakan spesies berubah menjadi merah ketika masak. Namanya berasal dari bahasa Inggris kuno streawberige yang merupakan gabungan dari streaw atau "straw" danberige atau "berry". Alasan pemberian nama ini masih tidak jelas. Beberapa spesies Lepidoptera mengambil sumber makanannya dari tumbuhan stroberi, menjadikan spesies ini hama utama tanaman stroberi.
Prospek agribisnis strowberry di Indonesia cukup cerah dilihat dari daya serap pasar dan permintaan dunia dari tahun ke tahun yang terus meningkat.Karena itu tak mengherankan,bila para petani tampak mulai bergairah membudidayakan tanaman stroberi secara intensif seperti yang dilakukan petani di daerah Tawangmangu Kab. Karang Anyar, Sukabumi, Cipanas Kab.Cianjur, Lembang dan Rancabali Bandung, BatuKab.Malang dan Bedugul (Bali).
Adapun syarat tumbuh bagi tanaman strawberry yakni lama penyinaran matahari 8 - 10 jam hari. Curah hujan berkisar 600 700 mm pertahun. Suhu udara optimum antara 17°C - 20°C dan suhu udara minimum antara 4°C - 5°C dengan kelembaban udara 80% - 90%.Ketinggian tempat yang ideal antara 1000-2000 m dpl.
Dalam pengolahan lahan yang akan ditanami stroberry,maka sebelum lahan dibajak digenangi air lebih dahulu semalam. Keesokan harinya dilakukan pembajakan sedalam sekitar 30 cm, setelah itu tanah dilakukan pengeringan baru dihaluskan.
Kemudian membuat bedengan dengan ukuran lebar 80-120 cm, tinggi 30 - 40 cm, jarak antar bedengan 60 cm, panjang menyesuaikan keadaan lahan.Juga dalam pengapurandiberikan dolomit sekitar 100-200 kg per 1000 m2 sesuai kondisi lahan.

Sebelum penanaman,maka perlu dilakukan pemupukan dasar dengan cara menaburkan pupuk UREA 20 kg + TSP 25 kg + KCl 10 kg dan Pupuk kandang 2-3 ton untuk lahan 1 hektar. Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur utamanya penyakit layu,berikan fungisida yang 
telah dicampur dengan pupuk kandang dan didiamkan selama seminggu.
Pemasangan mulsa plastik pada saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga dapat tepat menutup bedengan dengan tepat.Selanjutnya pembuatan lubang tanam berdiameter lubang ± 10 cm, dengan jarak lubang 30 - 50 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat.
Adapun cara penanaman strawberry adalah dengan memindahkan bibit beserta medianya.Sebaiknya bibit dikondisikan selama sebulan sebelum tanam di kebun,dan saat penanaman usahakan perakaran tidak rusak saat membuka polibag. Selain itu, perlu dilakukan penyulaman paling lambat 15-30 hari setelah tanam, pada sore hari dan segera disiram,serta penyiangan dilakukan pada gulma/ rumput liar yang menyaingi kehidupan tanaman.Kemudian dilakukan pemangkasan,dilakukan pada sulur yang kurang produktif, rimbun, serta pada bunga pertama untuk memperoleh buah yang prima.
Pemupukan susulan diberikan pada umur 1,5 - 2 bulan setelah tanam dengan NPK (16-16-16) sebanyak 5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air, kemudian dikocorkan sebanyak 350-500 cc/ tanaman.
H A M A
a.) Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii) Bagian yang diserang : permukaan daun bagian bawah, kuncup bunga, pucuk atau batang muda. Gejala : pucuk atau daun keriput, keriting, kadang-kadang pembentukan daun atau buah terhambat.
b.) Tungau (Tetranychus sp -Tarsonemus sp).Bagian yang diserang: daun,tangkai, dan buah. Gejala :daun bercak kuning, coklat, keriting akhirnya daun rontok. 
c.) Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Othiorhychus rugosostriatus), kumbang penggerek batang (O. Sulcatus)Gejala serangan : adanya bubuk berupa tepung pada bagian yang digereknya. 
PENYAKIT
a.) Layu verticillium (Verticillium dahliae)
Bagian yang diserang: mulai dari akar, daun, hingga tanaman. Gejala : daun yang terinfeksi mula-mula berwarna kuning hingga kecoklatan, serangan berat akan mengakibatkan kematian pada tanaman. Pengendalian : perbaikan drainase, sanitasi kebun, gunakan insektisida.
b.) Busuk buah matang/Ripe Fruit Rot (Colletotrichum fragariae Brook) Busuk Rhizopus/ Rhizopus spot ( Rhizopus stolonifer ).Bagian yang diserang : buah. Gejala : RFR yang khas hanya pada buah yang masak saja dengan buah busuk disertai massaspora berwarna merah jambu. Pada RS, buah busuk lunak, berair, bila dipijit keluar cairan keruh. Pengendalian : musnahkan buah yang terinfeksi, perbaiki drainase kebun, pemulsaan, rotasi tanaman, dan gunakan insektisida pada awal penanaman yang dicampur dengan pupuk kandang yang telah jadi.

c.) Busuk akar ( Idriella lunata, Pythium ulmatum, Rhizoctonia solani).Bagian yang diserang : akar tanaman. Gejala : Idriella menyebabkan ujung-ujung akar tanaman berwarna hitam dan busuk, sedangkanPhytium mengakibatkan batang batas akar di permukaan tanah busuk berwarna coklat hingga hitam. Sementara jamur Rhizoctonia mengakibatkan sistem perakaran busuk kebasah-basahan. Pengendalian : cabut dan musnahkan tanaman yang terserang berat, tambahkan kapur untuk tanah, lakukan rotasi tanaman,
perbaikan drainase tanaman,dan berikan insektisida pada awal penanaman.
d.) Empulur merah (Phytophtora fragrariae)
Bagian yang diserang : perakaran tanaman. Gejala : tanaman kerdil, daun tudak segar bahkan dapat layu, bila diamati akar dan pangkal batang yang terinfeksi pada empulurnya akan tampak berwarna merah.Penyakit ini mengakibatkan serangan hebat pada kondisi drainase jelek dan masam/pH rendah. Pengendalian : perbaiki drainase, pengapuran tanah, rotasi tanaman, gunakan bibit yang sehat dan hindari luka mekanis pada pemeliharaan, musnahkan tanaman yang terinfeksi berat,dan campurkan pada awal penanaman. 


PANEN
Tanaman stroberi mulai berbunga pada umur 2 bulan setelah tanam. Namun pembuahan atau pembungaan pertama sebaiknya dibuang atau dipangkas karena belum bisa berproduksi secara optimum. Setelah tanaman berumur 4 bulan mulai diarahkan untuk lebih produktif berbunga dan berbuah. Panen dilakukan dengan dipetik atau digunting bagian tangkai buah beserta kelopaknya, dan dilakukan secara periodik dua kali seminggu
Share this article :

Post a Comment