Home » » Panduan Budidaya Tanaman Jeruk

Panduan Budidaya Tanaman Jeruk

Written By Muhammad Yusuf on Sunday, July 31, 2011 | 7:54 PM


PENDAHULUAN
Tidak berlebihan jika jeruk menjadi komoditas buah unggulan nasional karena memiliki nilai ekonomi tinggi, adaptasinya sangat luas, sangat populer dan digemari hampir seluruh lapisan masyarakat, dan nilai impornya cenderung meningkat. 
Kunci sukses usahatani jeruk tidak hanya bergantung pada bibit unggul, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi, penyiapan lahan dan pemeliharaan tanaman.
    1. Pemilihan lokasi
      •   Tinggi tempat. Meskipun adaptasinya luas, beberapa kelompok jeruk berproduksi optimal hanya jika ditanam di dataran rendah (? 400 m dpl) : pamelo, sebagian besar varietas Siam, keprok Tejakula dan Madura.  Sedangkan sebagian lain berproduksi optimal jika ditanaman di dataran tinggi (? 700 m dpl): jenis keprok (Batu 55, Tawangmangu, Pulung, Garut, Kacang, dll), jeruk manis (Punten, Groveri dan WNO, dll.), jeruk Siam Madu.
      •  Iklim.  Tanaman jeruk menghendaki sinar matahari penuh (bebas naungan), suhu 13 - 35°C (optimum 22 - 23°C), curah hujan 1.000 - 3.000 mm/th (optimum 1.500 - 2.500 mm/th), dan bulan kering (< 60 mm) selama 2 - 6 bulan (optimum 3 - 4 bulan berturut-turut). 
      •  Tanah.  Lahan ideal yaitu memiliki lapisan tanah yang dalam, hingga kedalaman 150 cm tidak ada lapisan kedap air, kedalaman air tanah ± 75 cm, tekstur lempung berpasir, dan pH ± 6.  Jika pH tanah dibawah 5, unsur mikro dapat meracuni tanaman dan sebaliknya tanaman akan kekurangan jika pH diatas 7.
      2.  Pemilihan Benih 
      Benih bermutu baik memiliki kriteria : hasil okulasi mata tempel dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) pada batang bawah Japansche Citroen (JC) di dalam polibag, berlabel, tinggi tanaman ± 75 cm, dan pertumbuhan serta perakarannya normal.  
      3.  Penyiapan lahan dan pemeliharaan 
      a. Pengolahan Tanah dan penanaman. Sebelum tanam, lahan dibebaskan dari batuan dan pohon besar.  Untuk lahan sawah dan pasang surut, bidang tanam diolah menjadi surjan atau tukungan (gundukan = Jawa), sedangkan di lahan kering dibuat lubang tanam (dalam = 0,75 m, lebar atau panjang = 0,6 m). Jarak tanam  5 x 4 m2 (jeruk keprok), 5 x 6 m2 (jeruk manis), dan 6 x 7 m2(pamelo).  Baris tanam diatur sejajar arah timur – barat agar penyebaran sinar matahari optimal.
      Penutup lubang tanam dicampur pupuk kandang ± 20 kg/lubang atau dibuat campuran 3 bagian tanah + 1 bagian pasir + 2 bagian pupuk kandang jika tanahnya berat.  Tambahkan 1 kg dolomite jika pH tanah < 5,5.  
      Awal musim hujan adalah saat paling tepat untuk penanaman di lahan kering.  Setiap pohon dipasang ajir agar tanaman tetap tegak saat angin kencang.
      b. Pengaturan cabang. Arsitektur pohon jeruk perlu dibangun sejak dini dengan cara mengatur percabangan berpola 1 – 3 – 9. Setiap pohon terdiri 1 batang utama  yang mendukung 3 cabang primer, dan setiap cabang primer mendukung 3 cabang sekunder.
      c.  Pengairan.  Saat pertumbuhan vegetatif baru, pembungaan dan pembentukan buah harus tersedia cukup air, dan setelah panen lahan dikeringkan sekitar 3 bulan guna memicu pembungaan. Semakin besar ukuran tanaman atau semakin kasar tekstur tanah, semakin banyak air yang dibutuhkan.  Pemasangan mulsa plastik hitam perak dapat menghemat air dan mengendalikan gulma di lahan kering.
      d. Pemupukan.  Produksi optimal bisa dicapai jika tanaman tidak hanya diberi pupuk buatan tetapi juga pupuk organik.  Tanaman muda banyak membutuhkan pupuk N, tetapi saat memasuki usia produktif perlu N, P dan K yang berimbang (Tabel 1). 
      Tabel 1. Rekomendasi Umum Pemupukan Tanaman Jeruk
      Umur (th)
      Gram/pohon
      Aplikasi (1  th)
      N
      P2O5
      K2O
      0 – 1
      1 - 2
      2 - 3
      3 - 4
      4 – 5
      10–20
      20–40
      40–80
      80–120
      120–160
      10
      10
      10–30
      30–50
      50–80
      5
      5–10
      10–20
      20–40
      40–60
      3–4 kali
      3–4 kali
      3–4 kali
      2–3 kali
      2 kali
      > 5
      2 % bobot panen         (0,8% N + 0,4% P2O+ 0,8% K2O)
      2  kali

      Berikan pupuk kandang sekali setahun sebanyak 20 – 40 kg per pohon untuk umur 1 – 4 tahun dan 40 – 60 kg untuk umur diatas 4 tahun. Pupuk mikro diberikan 2 – 3 kali saat pertunasan dengan menyemprotkan senyawa atau pupuk daun yang mengandung unsur seng, tembaga, mangan, dan besi.
      e. Penjarangan Buah.  Kegiatan ini bertujuan menghasilkan buah bermutu tinggi dan menjaga kestabilan produksi. Caranya yaitu sisakan 2 buah per tandan menggunakan gunting pangkas. Kriteria buah yang dibuang : cacat, terserang hama penyakit,  dan ukurannya paling kecil.
      f.  Pengendalian Hama Penyakit.  Sampai sekarang penyakit CVPD belum bisa disembuhkan.  Pencegahanya adalah dengan menanam bibit yang sehat dan mengendalikan serangga kutu loncat (Diaphorina citri).  Penggunaan pestisida sebaiknya diprioritaskan pada periode kritis yaitu pada fase pertunasan.
      4. Panen
      Panen dilakukan saat buah mencapai kematangan optimal, sekitar 8 bulan dari pembungaan dan nilai brik sari buah sebesar 10%. Lakukan panen saat cuaca cerah, gunakan gunting pangkas, jangan memanjat pohon, dan masukkan buah kedalam keranjang yang dilapisi karung plastik.

      Sumber :  Ir. Sutopo, MSI
      Share this article :

      Post a Comment