Home » » Ginjean

Ginjean

Written By Muhammad Yusuf on Tuesday, July 5, 2011 | 4:00 PM

Ginjean

(Leonurus sibiricus L.)
Sinonim :
= L. artemisia (Lour.) S.YHU. = L. heterophyllus, Sweet.
Familia :
Labiatae .
Uraian :
Herba ini tumbuh liar di pinggiran kota, sepanjang aliran air, di semak-semak, kadang ditanam di kebun. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 2.000 m dpi. Terna semusim, tumbuh tegak, berambut, tinggi 60-100 cm. Batang berongga, beralur, beruas, bercabang, warnanya hijau. Daun tunggal, bentuk menjari, tepi bergerigi, ujung dan pangkalnya runcing, panjang 4-12 cm, lebar 5-14 cm, letak berhadapan bersilang, warnanya hijau. Bunga tersusun dalam karangan semu yang terdapat pada ketiak daun. Kelopak bergigi tajam, warnanya putih atau lembayung. Buahnya buah kotak, beruang 2- 4, coklat kehitaman. Biji berbentuk segitiga, kecil, warnanya hitam. Akarnya akar tunggang. Yang dimaksud dengan herba leonuri atau I mu cao dan dikenal juga dengan nama chongwei adalah tanaman yang berkhasiat sama dari tanaman yang bernama L.sibiricus, L.heterophyllus, L.artemisia atau L. turkestanicus V.Krecz.et Kuprian. 

Nama Lokal :
Padang derman, dendereman (Sunda), seranting (Sumatera). ; Ginjean, ginjeran (Jawa). gofu hairan roriha (Ternate), ; Laranga kohori (Tidore).; 

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Haid tidak teratur, radang ginjal, bengkak, kencing berdarah; Rabun senja, radang mata, hipertensi, keputihan, terlambat haid;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: 
Seluruh tanaman atau buah, pemakaian segar atau yang telah dikeringkan. 

KEGUNAAN: 
Seluruh herba: 
- Haid tidak teratur (Menstrual irregularities). 
- Tidak datang haid (amenorrhea). 
- Nyeri sewaktu haid (dysmenorrhea), Haid terlalu banyak. 
- Menghilangkan gumpalan darah setelah melahirkan (Post-parturn 
  haematoma) 
- Radang ginjal (nephritis). 
- Bengkak (edema). 
- Kencing sedikit (oliguria), kencing berdarah (hematuria). 
- Badan terasa lemah (General weakness). 
- Tidak subur (infertility) pada wanita. 
- Rabun senja, radang mata (conjunctivitis). 
- Darah tinggi. Pengerasan pembuluh darah (arteriosclerosis). 

Biji:
- Tekanan darah tinggi. 
- Keputihan. 
- Terlambat haid. 

PEMAKAIAN: 
Untuk minum: 
Seluruh tanaman: 1-30 g, 
biji: 5-15 g, rebus. 
Pemakaian luar: Herba segar setelah dicuci bersih 1alu digiling halus, atau yang telah dijadikan bubuk, dibubuhkan pada borok dan radang kulit bernanah. 

CARA PEMAKAIAN: 
1. Haid tidak teratur, nyeri sewaktu haid, Peranakan (uterus) tidak 
   mengecil sempurna setelah malahirkan atau setelah dikuret 
   (currattage): 
    Ginjean dan Millettia reticulata masing-masing 60 g, dicuci dan 
    dipotong-potong seperlunya. Tambahkan gula merah secukupnya 
    lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 1/2 gelas. 
    Setelah dingin disaring, minum. Sehari 2 x 3/4 gelas. 

2. Haid tidak teratur, darah haid berlebihan, perdarahan setelah 
   melahirkan, Peranakan tidak mengecil sempurna setelah melahirkan: 
    15-20 g ginjean dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air sampai 
    tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Sehari 2 x 
    3/4 gelas. 

3. Nyeri haid:
    20 g ginlean kering dan 10 g Corydalis ambigua (yen hu so) kering
    direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas.Setelah      dingin disaring, minum. Sehari 2 x 3/4 gelas. Minum selama haid. 

4. Radang ginjal akut (Glomerulonephritis akut) dan bengkak: 
    180-240 g ginjean segar setelah dicuci bersih lalu direbus dengan 
    700 cc air bersih sampai tersisa 300 cc. Setelah dingin disaring, 
    minum. Sehari 2 x 1 1/2 gelas. 

5. Badan terasa lemah dan tidak subur pada wanita: 
    30-60 g ginjean segar dicuci bersih, rebus dengan telur atau ayam. 
    Setelah dingin dimakan. 

6. Peluruh haid: 
    10 g serbuk biji ginjean diseduh dengan 1 cangkir air panas, 
    tambahkan 1 sendok makan madu lalu diaduk sampai merata.
    Setelah dingin diminum sekaligus. 

CATATAN :
- Herba leonuri tidak beracun, pemakaian lama lidak menimbulkan efek 
  samping.
- Buah beracun. Pemakaian sebanyak 30 gram dapat menyebabkan 
  keracunan dalam 4-6 jam. Tanda-tanda keracunan akan timbul dalam 
  12-48 jam setelah total pemakaian sebanyak 60-140 gram. 
- Gejala keracunan buah: Rasa lemah seluruh badan, kaki sukar 
  digerakkan, rasa kering dan rasa sesak di dada. Pada kasus yang 
  sangat berat tampak keringat sangat banyak dan lemah tak berdaya. 
- Wanita hamil dilarang memakai tanaman obat ini. 


Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Herba: Pahit, pedas, sejuk. Melancarkan sirkulasi, membuat haid menjadi teratur, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan pembengkakan dan menciutkan rahim. Buah : Manis, sejuk, beracun. Biji: Manis, pedas. Memperbaiki penglihatan, peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretik), melebarkan pembuluh darah (vasodilator). KANDUNGAN KIMIA: 1. L.sibiricus: Leonurine, stachydrine, leonuridine, leonurinine, rutin, benzoic acid, lauric acid, linolenic acid, oleic acid, arginine, 4-guanidino-1-butanol, 4-guanidinobutytic acid, sterol, stachyose, vitamin A dan potassium chloride. 2. L.heterophyllus: Leonurine A, leonurine B, stachydrine, lauric acid, oleic acid. Buah (Leonuri fructus): Mengandung leonurinine C10 HI4 O3 N2, alkaloid I,II dan Ill, oleic acid, linoleic acid dan vitamin A.




Share this article :

Post a Comment