Home » » Produksi jarak masih rendah

Produksi jarak masih rendah

Written By Muhammad Yusuf on Sunday, June 19, 2011 | 11:42 PM

Produksi biji jarak yang dibudidayakan petani di Indonesia masih tergolong rendah rata-rata 600 kg/ha per tahun akibat pengembangannya masih berskala kecil, sementara kebutuhan komoditas tersebut cukup tinggi.
Produksi biji jarak yang dibudidayakan petani di Indonesia masih tergolong rendah rata-rata 600 kg/ha per tahun akibat pengembangannya masih berskala kecil, sementara kebutuhan komoditas tersebut cukup tinggi.

Soenardi, peneliti di Balittas (Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat) Malang, menyebutkan kebutuhan biji jarak di dalam negeri rata-rata baru terpenuhi 17,5%, karena budi daya komoditas tersebut masih diposisikan sebagai tanaman tambahan dan pengisi lahan kosong saat kemarau.
Menurut dia, potensi lahan kering beriklim kering yang cocok bagi penanaman jarak di Indonesia mencapai jutaan hektare, tetapi petani selama ini lebih memfokuskan terhadap pembudidayaan tanaman pangan.
“Penanaman jarak masih dilakukan oleh petani kecil tanpa pembaruan benih dan diposisikan sebagai tanaman tambahan, maka produksinya masih rendah rata-rata 600 kg/ha per tahun, sehingga kebutuhan dalam negeri atas komoditas ini belum terpenuhi,” ujarnya dalam loka karya pengembangan jarak di Balittas Malang belum lama ini.
Biji jarak diketahui dapat menghasilkan minyak jarak yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak pelumas, kimia, kosmetika, farmasi, tekstil, cat, kulit imitasi.
Tanaman yang tahan iklim kering itu mampu menghasilkan panen hingga 2,5 ton/ ha per tahun melalui pemanfaatan tanah lempung berpasir, sekaligus mampu berbuah sepanjang musim kemarau.
Soenardi menambahkan biji jarak berpeluang diekspor, mengingat permintaan pasar internasional mengalami kenaikan 4,75% per tahun. Kebutuhan pasar domestik pun cenderung meningkat, semisal industri pemroses minyak jarak di Semarang milik PT Kimia Farma diketahui baru terpasok 1.054 ton/tahun atau 17,5% dari kapasitas terpasang 6.000 ton/tahun.
situshijau.co.id, 13 Januari 2003
Share this article :

Post a Comment