Home » » Membersihkan Arsen dari Tanah dengan Tumbuhan

Membersihkan Arsen dari Tanah dengan Tumbuhan

Written By Muhammad Yusuf on Monday, June 20, 2011 | 12:28 AM

Untuk mengatasi limbah arsen yang larut dalam tanah, para ilmuwan menggunakan tumbuhan yang mampu mengekstraknya dari tanah. Tumbuhan direkayasa agar dapat menyerap arsen dari akarnya
Untuk mengatasi limbah arsen yang larut dalam tanah, para ilmuwan menggunakan tumbuhan yang mampu mengekstraknya dari tanah. Tumbuhan direkayasa agar dapat menyerap arsen dari akarnya kemudian mengirimkan ke batang tubuh, ranting, hingga daun-daunnya sehingga mudah dibakar, dikeringkan, atau dikemas untuk diamankan. 

Arsen adalah material semi-logam yang biasa digunakan sebagai bahan campuran pestisida, insektisida, dan herbisida. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kandungannya yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat memicu kanker kulit, paru-paru, kandung kemih, dan ginjal.
Beberapa wilayah daratan dan perairan di dunia diketahui mengandung arsen dalam kadar tinggi. Sementara itu, metode yang biasa dipakai untuk mengatasi arsen masih terlalu mahal. \"Banyak tempat-tempat terkontaminasi arsen yang tidak segera dibersihkan,\" kata Richard Meagher, seorang ahli genetika dari Universitas Georgia.
PhytoremediationTeknik membersihkan polusi tanah menggunakan tumbuh-tumbuhan atau disebut phytoremediation terbukti dapat dipakai untuk membersihkan arsen dengan ongkos lebih murah. Namun, arsen yang diserap tumbuhan biasanya hanya terkumpul di akar sehingga tetap mengalami kendala memisahkannya dari tanah.Untuk itu, para peneliti merekayasa gen pada Arabidopsis, jenis tumbuhan yang masih satu keluarga dengan sawi, agar resisten terhadap arsen dan mengirimkan arsen yang diserap akarnya ke batang dan daunnya. 
Teknik ini lebih efisien sebab dapat menyerap arsen hingga 16 kali lipat daripada yang mampu dilakukan tumbuhan Arabidopsis normal.\"Kami berharap kemampuannya mengikat arsen meningkat antara 35 hingga 50 kali lipat dan kami telah mengetahui mekanismenya sekarang. Kami yakin hal tersebut mungkin tercapai,\" kata Meagher. Temuannya dijelaskan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences edisi terbaru. 

Sumber: LiveScience.com
Share this article :

Post a Comment