Home » » Ceremai

Ceremai

Written By Muhammad Yusuf on Tuesday, June 21, 2011 | 7:09 PM

Ceremai

(Phyllanthus acidus [L.] Skeels.)
Sinonim :
= P.distichus Muell. Arg. = P.cicca Muell. Arg., = Cicca disticha, Linn. = C.nodiflora.
Familia :
Euphorbiaccae
Uraian :
Pohon ini berasal dari India, dapat turnbuh pada tanah ringan sampai berat dan tahan akan kekurangan atau kelebihan air. Ceremai banyak tanam orang di halaman, di ladang dan tempat lain sampai ketinggian 1.000 m dpl. Pohon kecil, tinggi sampai 10 m, kadang lebih. Percabangan banyak, kulit kayunya tebal. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun dalam tangkai membentuk rangkaian seperti daun majemuk. Helai daun bundar telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal tumpul sampai bundar, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin tidak berambut, panjang 2 - 7 cm, lebar 1,5 - 4 cm, warna hijau muda. Tangkai bila gugur akan meninggalkan bekas yang nyata pada cabang. Perbungaan berupa tandan yang panjangnya 1,5 - 12 cm, keluar di sepanjang cabang, kelopak bentuk bintang,,mahkota merah muda. Terdapat bunga betina dan jantan dalam satu tandan. Buahnya buah.batu, bentuknya bulat pipih, berlekuk 6 - 8, panjang 1,25 - 1,5 cm, lebar 1,75 - 2,5 cm, warnanya kuning muda, berbiji 4-6, rasanya asam. biji bulat pipih berwarna cokelat rnuda. Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Buah muda bisa dimasak bersama sayuran untuk menyedapkan masakan karena memberi rasa asam. Buah masak dapat dimakan langsung setelah diremas dengan air garam untuk mengurangi rasa sepat dan asam, dimakan setelah dibuat manisan atau selai. Perbanyakan dengan biji atau okulasi. 

Nama Lokal :
Careme, cerme (Sunda), cerme (Jawa). careme (Madura); Ceremoi (Aceh), cerme, ceramai, camin-camin (Sumatera).; Carmen, cermen (Bali), sarume (Bima). lumpias aoyok, tili; Lombituko bolaano, caramele, carameng (Sulawesi),; Ceremin (Ternate), selemele, selumelek (Roti).; Salmele, cermele (Timor).; 

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Batuk berdahak, menguruskan badan, mual, kanker, sariawan; Asma, sakit kulit, sembelit, mual akibat perut kotor;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Daun, kulit akar, dan biji. 

INDIKASI :
Daun berkhasiat untuk: 
- batuk berdahak, 
- menguruskan badan, 
- mual, 
- kanker, dan 
- sariawan. 

 Kulit akar berkhasiat untuk mengatasi : 
- asma dan 
- sakit kulit. 

Biji berkhasiat untuk mengatasi : 
- sembelit dan 
- mual akibat perut kotor. 

CARA PEMAKAIAN :
1. Sembelit 
    a. Siapkan biji ceremai sebanyak 3/4 sendok teh, dicuci lalu digiling 
       sampai halus. Seduh dengan 1/2 cangkir air panas. Sewaktu
       masih hangat tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai 
       merata kemudian diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari. 

    b. Siapkan daun ceremai segar sebanyak 3 g, dicuci lalu ditumbuk 
       halus. Seduh dengan 1/2 gelas air panas, lalu didinginkan. Hasil 
       seduhan diminum sekaligus bersama ampasnya. 

2. Asma :
    Siapkan biji ceremai sebanyak 6 biji, bawang merah 2 butir, akar 
    kara (Dolichos lablab) 1/4 genggam, buah lengkeng (Nephelium 
    longanum; Euphoria longana) 8 butir, dicuci lalu ditumbuk 
    seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu direbus dengan 2 gelas air 
    bersih sampai.tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu 
    diminum dengan air gula secukupnya. Sehari 2 kali, masing-masing 
    3/4 gelas.

3. Kanker :
    Siapkan daun ceremai yang masih muda sebanyak 1/4 genggam, 
    daun belimbing 1/3 genggam, bidara upas 1/2 jari, gadung cina 1/2 
    jari, gula enau 3 jari, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.
    Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai 
    tertinggal kira-kira 3/4 bagian. Setelah dingin disaring, siap untuk 
    diminum. Sehari 3 kali, masing-masing cukup 3/4 gelas. 

4. Melangsingkan badan :
    Minum air rebusan daun ceremai. Obat ini bekerja kuat, jangan 
    menggunakan dalamjangka waktu lama. 

CATATAN : Cairan akar beracun. Sebaiknya tidak menggunakan akar ceremai untuk pengobatan. 

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Daun ceremai berbau khas aromatik, tidak berasa. KANDUNGAN KIMIA: Daun, kulit batang, dan kayu ceremai mengandung saponin, flavonoida, tanin, dan polifenol. Akar mengandung saponin, asam galus, zat samak, dan zat beracun (toksik). Sedangkan buah mengandung vitamin C.

Share this article :

Post a Comment