Home » » Budidaya Padi Hibrida

Budidaya Padi Hibrida

Written By Muhammad Yusuf on Sunday, June 12, 2011 | 7:19 PM

1. Persiapan Benih
1. Siapkan benih padi hibrida sebanyak 12-15 kg  per hektar, yang resmi dan berlabel biru.
2. Benih sebaiknya direndam dalam air bersih selama 24 jam, kemudian diperam kurang lebih 24 jam sampai calon akar muncul.
3. Benih yang mengambang tidak perlu dibuang karena benih Intani-2 telah diproses dengan hati-hati menggunakan mesin-mesin yang terbaik dan mempunyai karakteristik yang berbeda (lebih kecil).
4. Air rendaman lebih baik diganti setiap 6 jam sekali.
 
2. Persemaian
1. Siapkan lahan persemaian sebesar 4% dari luas lahan yang akan ditanami (disesuaikan dengan kebutuhan).
2. Tebari dengan pupuk kandang sebanyak 2 kg/m².
3. Sebarkan benih yang sudah muncul calon akarnya secara merata dan hindari tumpang tindih.
4. Taburkan pupuk majemuk NPK 15-15-15 sebanyak 10 g/m².
5. Tutup bedeng semai tipis-tipis dengan tanah atau humus.
6. Lakukan pengairan untuk menjaga kelembaban bedeng semai.
 
3. Persemaian Lahan
1. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan dua kali agar diperoleh pelumpuran tanah yang baik.
2. Untuk tanah yang berpasir dan miskin unsur hara perlu diberi pupuk kandang sebanyak 10 ton per hektar.
3. Lakukan perbaikan saluran air dan galengan agar air bisa masuk dengan baik dan tidak terjadi kebocoran.
4. Genangi lahan untuk melunakkan tanah, kemudian tanah diolah.
5. Sebelum dilakukan pengolahan tanah kedua, tanah dibiarkan satu minggu dan digenangi air.
6. Kemudian tanah diolah lagi hingga melumpur dan diratakan sampai siap tanam.
 
4. Pindah Tanam
1. Pindah tanam dilakukan saat bibit berumur 15-21 hari agar pembentukan anakan jadi lebih optimal atau saat bibit sudah mempunyai 4 helai daun.
2. Siapkan lahan dalam kondisi macak-macak (berlumpur).
3. Tanam dengan jarak 20 x 20 cm, atau jika tanah subur jarak bisa diperlebar, jika tanah kurang subur bisa dipersempit, atau jika musim hujan bisa diperlebar, musim kemarau dipersempit.
4. Jumlah bibit yang ditanam bisa lebih dari satu per lubang tanam, atau sesuai dengan kebiasaan setempat.
5. Penanaman bisa dilakukan dengan jarak tanam jajar legowo, yang telah direkomendasikan oleh Dinas Pertanian.
Keuntungan dengan menggunakan jarak tanam 20 x 20 cm :
- Hasil gabah lebih tinggi karena memanfaatkan asas pengaruh barisan pinggir.
- Pada tahap awal pertumbuhan lebih terang dan kondisi demikian ternyata tidak disukai tikus.
- Memudahkan kegiatan penyiangan dan pemupukan.
- Efisiensi pemberian pupuk lebih besar.
- Lebih tahan roboh.
(Sumber :  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Maret 2007)
6. Perbandingan Jarak Tanam dan Jumlah Populasi

(Sumber :  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Maret 2007)
7. Penyulaman sebaiknya dilakukan sekitar satu minggu setelah tanam dengan sisa bibit yang masih ada.




5. Pengairan
Lakukan pengairan dengan pola Irigasi Berselang/Intermittent (ada fase basah dan ada fase kering pada lahan).
1. Setelah pindah tanam pertahankan lahan dalam kondisi macak-macak lalu airi lahan setinggi 2-3 cm selama 10 hari.
2. Hentikan pengairan hingga kering selama 2 hari, lalu airi lagi selama 5 hari.
3. Ulangi kegiatan pengeringan dan penggenangan hingga tanaman masuk fase pembungaan.
4. Menjelang fase bunting (masa pembungaan dan pengisian bulir) lakukan penggenangan air setinggi 5-10 cm hingga 10 hari menjelang panen. Kekurangan air pada masa ini berakibat pada pengisian bulir yang minim sehingga akan menurunkan hasil panen.
5. 10 hari sebelum panen lahan dikeringkan untuk pemerataan pemasakan dan memudahkan panen.
Tujuan dilakukan pengairan dengan pola Irigasi Berselang adalah :
 Tanaman memperoleh oksigen yang cukup banyak untuk kebutuhan akar, agar mampu menembus ke lapisan tanah yang lebih dalam sehingga diperoleh banyak hara dan air.
 Mengurangi kerebahan.
 Memudahkan pengendalian serangan OPT.
 
6. Pemupukan
Gunakan metode pemupukan berimbang dengan dosis yang tepat. Pemupukan berimbang berpengaruh terhadap produksi, kualitas gabah/beras dan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit.
Agar pemupukan berimbang mudah diterapkan dan dilakukan, maka bisa digunakan pupuk majemuk NPK.
Tabel Pemupukan Berimbang dengan Pupuk Majemuk NPK :
Catatan :
Dosis pupuk untuk setiap daerah berbeda, perlu disesuaikan dengan kondisi tanah atau menurut rekomendasi Dinas Pertanian setempat.

 
7. Panen & Pasca Panen
Penentuan waktu panen yang tepat merupakan salah satu faktor penting terhadap hasil dan kualitas gabah yang dihasilkan. Bila tanaman dipanen terlalu awal, akan terjadi butir hijau, akibatnya kualitas gabah yang dihasilkan rendah, banyak butir mengapur dan beras kepala banyak yang patah. Sebaliknya bila tanaman padi dipanen terlambat, akan menurunkan hasil gabah karena terjadi kerontokan gabah, timbangan gabah menjadi lebih ringan karena kadar air sudah menurun. Pemanenan gabah yang ideal dilakukan bila sudah 90% masak fisiologis, artinya 90% gabah telah berubah warna dari hijau menjadi kuning, bila dihitung dari masa berbunga, telah mencapai 30-35 hari.
Selain panen yang tepat waktu, perlakukan pasca panen yg baik dan tepat dapat meningkatkan kualitas beras yang dihasilkan dan mengurangi terjadinya gabah Intani-2 yang hampa. Beberapa treatment yg perlu dilakukan adalah :
1. Setelah padi hibrida INTANI-2 dipanen, lakukan pengeringan/penjemuran selama 2-3 hari (jika kondisi cuaca panas). Proses pengeringan tersebut dilakukan supaya gabah benar-benar kering sampai Kadar Air 14-15% sehingga siap untuk digiling. Gabah dengan KA 14-15% saat digiling akan baik kualitasnya dan mengurangi terjadinya beras pecah.
2. Setelah selesai di jemur gabah INTANI-2 disimpan dahulu selama 2 sampai 3 hari.  Setelah itu baru digiling. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan kondisi gabah setelah dilakukan penjemuran (agar gabah yang panas menjadi dingin terlebih dahulu). Gabah INTANI-2 yang langsung digiling setelah dijemur dapat menyebabkan beras yang dihasilkan menjadi mudah pecah.
3. Saat gabah INTANI-2 digiling, perlu diperhatikan kecepatan putaran mesin (RPM) dan setelan dari mesin pemoles beras. Gabah INTANI-2 mempunyai bentuk yang sedikit berbeda dan mempunyai kulit gabah yang tipis. RPM lebih baik di pelankan dan setelan dari mesin pemoles beras diatur hingga mendapatkan beras INTANI-2 yang baik.
Untuk mendapatkan produksi Padi Hibrida INTANI-2 yang optimal dan kualitas beras yang baik, maka perlu diperhatikan :
1. Penambahan pupuk organik pada lahan tanam.
2. Pemupukan yang berimbang (sesuai kondisi tanah dan rekomendasi Dinas Pertanian setempat) dan tepat waktu.
3. Pengairan dengan pola berselang (ada fase basah dan fase kering).
4. Pengendalian hama dan penyakit secara baik dan terpadu, berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat.
5. Panen pada saat yang tepat.
6. Penanganan pasca panen yang tepat.
    - Jemur gabah hingga kadar air 14-15%.
    - Simpan dahulu sebelum digiling .
    - Giling gabah pada kadar air 14-15%.
    - Setel RPM dan mesin pemoles beras dengan tepat
Share this article :

Post a Comment